Breaking News:

Malioboro Dilonggarkan, 10 Toko Milik Pengusaha Tetap Dijual

10 toko itu tetap dijual, sementara yang lainnya mencoba bangkit. Nyari modal ya paling ke bank

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemilik 10 toko di kawasan Jalan Malioboro tetap menjual asetnya, meski pada Rabu (28/7/2021) kelonggaran aktivitas telah diberikan pemerintah.

Koordinator Perkumpulan Pengusaha Malioboro Ahmad Yani, Karyanto Purbo Husodo mengatakan, persoalan saat ini para pengusaha sekaligus pemilik toko di kawasan belanja itu dalam kondisi terhimpit.

Dikatakan olehnya para pengusaha kesulitan mendapatkan modal untuk memulai kembali usahanya setelah tiga bulan lebih tak beroperasi.

"10 toko itu tetap dijual, sementara yang lainnya mencoba bangkit. Nyari modal ya paling ke bank," katanya, kepada Tribun Jogja, Selasa (27/7/2021).

Karyanto mengatakan, beberapa pengusaha mulai bersiap untuk membuka kembali tokonya.

Rata-rata mereka menjual batik, kaos oblong dan oleh-oleh khas Yogyakarta lainnya.

"Harapan kami ke depan ada bantuan relaksasi modal. Karena sekarang memang sulit, tapi kami harus siap-siap," terang Karyanto.

Menurutnya keputusan menjual aset di kawasan itu menjadi pilihan terakhir karena beban pengusaha di masa krisis akibat pandemi ini sulit diprediksi.

Ia menuturkan selama tiga bulan terakhir hingga kebijakan PPKM Darurat dan Level 4 berlangsung, omzet mereka hanya tersisa 10 persen, bahkan tak sedikit yang tidak mendapat omzet sama sekali.

"Kungan kami sudah sangat sulit. Omzet kami hanya 10 persen. Bahkan ada yang nol persen, karena ada PPKM kemarin gak dapat apa-apa," tandasnya.

(*/hda/ Tribun Jogja )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved