Erupsi Gunung Merapi
Update Gunung Merapi 24 Juli 2021, Guguran Lava Pijar Meluncur 4 Kali ke Barat Daya
Gunung Merapi teramati mengeluarkan empat kali guguran lava pijar ke arah barat daya pada Sabtu (24/7/2021) pagi.
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Gunung Merapi teramati mengeluarkan empat kali guguran lava pijar ke arah barat daya.
Adapun jarak luncur maksimal 800 meter.
Secara meteorologi, cuaca cerah dan berawan.
Angin bertiup sedang ke arah barat.
Suhu udara 12-18 °C, kelembaban udara 66-77 %, dan tekanan udara 837-919 mmHg.
Baca juga: Update Gunung Merapi 23 Juli 2021, Tidak Ada Lontaran Awan Panas atau Lava Pijar Guguran Pagi Ini
Gunung jelas, kabut 0-I, hingga kabut 0-III.
Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 100 m di atas puncak kawah.
Gempa guguran terjadi 38 kali, amplitudo 3-26 mm, durasi 21-159 detik.
Hembusan terjadi sebanyak lima kali, amplitudo 4-5 mm durasi 14-31 detik.
Low frekuensi berjumlah 1 kali, amplitudo 22 mm berdurasi 9 detik.
Gempa hybrid/fase banyak berjumlah 40 kali dengan amplitudo 3-22 mm. S-P 0,4-1 detik berdurasi 5-12 detik.
Vulkanik dangkal terjadi sebanyak 11 kali, amplitudo 24-75 mm, berdurasi 6-16 detik.
Tektonik jauh berjumlah sekali, amplitudo 9 mm, S-P 31,2 detik, durasi 120 detik.
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya.
Area cakupan sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.
Baca juga: Update Terbaru Gunung Merapi, Luncurkan Lava Pijar Sejauh 1200 Meter ke Tenggara
Sedangkan, lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.
Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.
Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. ( Tribunjogja.com )