Kabupaten Kulon Progo

Cek Kesiapan Prokes, Dinpar Kulon Progo Sambangi Pelaku Wisata dan UJP

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan protokol kesehatan (prokes) bila di kemudian hari dibuka kembali secara bertahap. 

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Sri Cahyani Putri Purwaningsih
Dinpar Kulon Progo melakukan pengecekan prokes di destinasi wisata dan UJP. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo menyambangi sejumlah pelaku wisata dan usaha jasa pariwisata (UJP) di kabupaten setempat pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3.

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan protokol kesehatan (prokes) bila di kemudian hari dibuka kembali secara bertahap. 

Dalam kunjungannya, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, Joko Mursito mengatakan pihaknya lebih kepada pengecekan Cleanliness, Health, Safety and Environment (CHSE) yang rencananya dilakukan selama dua hari. 

Baca juga: Satgas Kapanewon Sentolo Kulon Progo Bubarkan Warga yang Nekat Gelar Hajatan Saat Positif Covid-19

Yakni Jumat (23/7/2021) ini di tujuh titik sektor utara meliputi wisata kuliner di Nanggulan, destinasi wisata Kedung Pedut, Goa Kiskenda, Taman Sungai Mudal dan wisata lain di sekitarnya. 

Kemudian Sabtu (24/7/2021) pengecekan di sektor selatan. 

"Kalau memang perlu diperpanjang Minggu (25/7/2021) besok kami akan terjun lagi ke lapangan. Selain pengecekan hari ini kami juga memberikan masker, sabun dan alat kebersihan bagi mereka dan berpesan agar tetap semangat," tuturnya, Jumat (23/7/2021). 

Kunjungan yang dilakukan oleh Dinpar ini bukan tanpa alasan sebab pelaku wisata dan UJP cukup terdampak.

Apalagi mereka lebih memilih tidak beroperasional selama PPKM sejak 3 Juli 2021 lalu. 

Baca juga: Destinasi Wisata Kembali Ditutup Sementara, Dinpar Kulon Progo Bakal Lakukan Verifikasi Prokes Ulang

Lebih lanjut, Pengelola Kopi Ingkar Janji, Ismail Fahmi mengatakan selama PPKM, pihaknya lebih memilih melakukan berbagai pembenahan. 

"Selama PPKM tutup total dan pegawai diliburkan semua kecuali penjaga malam. Dan kami lebih memilih untuk melakukan pembenahan sebagian warung," kata Fahmi. 

Selain itu ia juga meminta kepada Dinpar setempat untuk dipublikasikan apabila nantinya diperbolehkan beroperasional kembali. 

Senada, Sekretaris Wisata Alam Kedung Pedut, Tri Wahyudi mengatakan selama PPKM, sejumlah pelaku wisata bekerja bakti untuk pengkondisian tempat wisata agar penataan wisata alam Kedung Pedut lebih rapi. ( Tribunjogja.com

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved