Breaking News:

Kota Yogyakarta

Saat PPKM Level 4, Berkerumun Lebih dari 3 Orang di Malioboro Akan Dibubarkan

Pengetatan pengawasan penerapan protokol kesehatan (Prokes) terutama di kawasan Malioboro lebih ditingkatkan.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda
Suasana lengang pedestrian kawasan Malioboro saat PPKM Level 4, Kamis (22/7/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Hingga Kamis (22/7/2021) pemerintah kota (Pemkot) Yogyakarta masih belum mengizinkan pedagang di kawasan Jalan Malioboro untuk melakukan aktivitas ekonomi.

Pengawasan seperti biasanya di masa PPKM juga terus dilakukan, termasuk imbauan agar tidak berkerumun rutin digencarkan oleh pemangku kebijakan di kawasan Malioboro.

Kepala Unita Pelayanan Teknis (UPT) Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Malioboro, Ekwanto mengatakan sampai hari ini aktivitas ekonomi di kawasan belanja itu belum berjalan, meskipun diakui olehnya sudah ada progres penurunan penyekatan di beberapa ruas jalan menuju Jalan Malioboro.

"Di Malioboro aktivitas ekonomi belum berjalan, masih sesuai seperti PPKM Darutat kemarin," jelas Ekwanto.

Baca juga: Konsistensi Pasukan Bregada Yogyakarta Ingatkan Prokes di Kawasan Malioboro-Titik Nol

Ssbagaimana diketahui Kota Yogyakarta telah masuk ke level 4 atau setelah diumumkannya perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 oleh pemerintah.

Dijelaskan dalam instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) wilayah yang masuk ke dalam level 4 itu artinya tingkat penyebaran virus Covid-19 di daerah tersebut masih tinggi.

Oleh sebab itu, Ekwanto menegaskan pengetatan pengawasan penerapan protokol kesehatan (Prokes) terutama di kawasan Malioboro lebih ditingkatkan.

"Intinya prokes tetap kami utamakan. Ini karena Malioboro atau Jogja ini mungkin zona nyaman. Jadi harus dilalukan pengawasan supaya tidak ada kerumunan," tegas dia.

Sebagai implementasi di lapangan, pihaknya tidak bergerak sendiri.

Petugas UPT telah dibantu dari jajaran Kepolisian, Dishub dan Satpol PP Kota Yogyakarta.

Baca juga: Sidak Pelaksanaan PPKM Darurat di Malioboro, Wali Kota Yogya Apresiasi Kedisiplinan Pelaku Usaha

Ia menuturkan, saat ini kawasan Malioboro sudah dapat kembali diakses masyarakat.

Namun apabila petugas menjumpai terjadi kerumunan lebih dari 3 orang, maka petugas keamanan akan membubarkannya.

"Kadang masyarakat terlalu asyik lalu berkerumun. Nah, ini yang kami hindari. Kalau lebih dari tiga orang, maka akan dibubarkan," tuturnya.

Pihaknya berharap upaya penekanan kasus Covid-19 di Yogyakarta yang masuk ke dalam level 4 dari kebijakan PPKM itu dapat berjalan maksimal.

"Sehingga kasus positif Covid-19 di Yogyakarta mengalami penurunan, dan akan banyak lagi pelonggarannya," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved