Breaking News:

Penjelasan Satgas Kapan Penderita Covid-19 Tak Lagi Menularkan Virus Setelah Isoman

Banyak pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri (isoman) bertanya-tanya kapan seorang penyintas Covid-19 yang isoman tak menularkan virus

Editor: Rina Eviana
Freepik.com via tribunnews
Ilustrasi virus corona. 

Tribunjogja.com - Banyak pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri (isoman) bertanya-tanya kapan seorang penyintas Covid-19 yang isoman tak menularkan virus?

Ya, sejak pandemi Covid-19 kembali melonjak di Tanah Air, pasien dengan tanpa gejala atau dengan gejala ringan bisa melakukan perawatan dengan isolasi mandiri.

Akan tetapi mereka yang melakukan isoman terkadang masih bertanya-tanya, kapan tubuh mereka dikatakan aman dan tidak lagi berpotensi menularkan virus pada orang lain? 

Pasien orang tanpa gejala (OTG) dan pasien reaktif hasil rapid test Covid-19 melakukan senam pagi bersama relawan dan tenaga medis di Rumah Singgah Karantina Covid-19, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (27/5/2020). Rumah Singgah Karantina Covid-19 ini merawat 33 pasien OTG Covid-19 dan 12 orang reaktif hasil rapid test.
Pasien orang tanpa gejala (OTG) dan pasien reaktif hasil rapid test Covid-19 melakukan senam pagi bersama relawan dan tenaga medis di Rumah Singgah Karantina Covid-19, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (27/5/2020). Rumah Singgah Karantina Covid-19 ini merawat 33 pasien OTG Covid-19 dan 12 orang reaktif hasil rapid test. (KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)

Menjawab pertanyaan tersebut, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro menjelaskan, virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 bersifat self-limiting disease.

Artinya, penyakit ini sebetulnya dapat sembuh sendiri setelah periode infeksi selesai. 

Gejala yang ditimbulkan oleh infeksi ini memang bisa berlangsung lama. Beberapa penyintas bahkan mengalami long covid atau gejala yang berkepanjangan hingga tiga bulan.

Namun, periode penularan sebetulnya tak sepanjang itu. 

"Biasanya berlangsung 10-14 hari. Makanya kalau ada orang yang terinfeksi SARS CoV-2 ini dan mendapatkan hasil positif, diputuskan oleh dokter melakukan isolasi mandiri." 

Baca juga: Inilah Ukuran Saturasi Oksigen Normal, Cara Mengukur dan Menaikkannya Ketika Turun

Hal itu dipaparkannya dalam Siaran Sehat Radio Kesehatan yang bertajuk "Sambut Idul Adha #DiRumahAja", Senin (19/7/2021). 

Seseorang yang positif tanpa gejala dapat mengakhiri masa isoman setelah 10 hari, sementara jika gejalanya ringan maka 10 hari ditambah tiga hari bebas gejala. Setelah itu, pasien dinyatakan sembuh tanpa perlu melakukan tes PCR.

Sekalipun pasien tersebut melakukan tes PCR dan mendapatkan hasil positif Reisa meminta untuk tidak khawatir. Sebab, PCR hanya mendeteksi virus dalam tubuh, tetapi tidak bisa membedakan apakah virus tersebut aktif atau dalam masa penyembuhan. 

Ilustrasi Isolasi Mandiri
Ilustrasi Isolasi Mandiri (Shutterstock)

Jadi, selama kita sudah menjalani isoman selama waktu yang ditnetukan dan tak menunjukkan gejala, maka tak perlu berpatokan pada hasil tes PCR. Saat itu, kita sudah aman untuk berkumpul bersama keluarga tanpa berpotensi menularkan. 

Baca juga: Begini Cara Dapat Obat dan Vitamin Gratis Bagi Warga Positif Covid-19 yang Isoman dari Pemerintah

"Jadi, paling aman tidak berpatokan pada PCR, tapi lama waktunya (isoman). Selesaikan isoman 10 hari, kalau ada gejala 10 hari tambah tiga hari." 

"PCR hanya standar diagnosis, bukan penanda kesembuhan," tuturnya.(Kompas/Kontan)

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved