Breaking News:

Headline

Pengantin Tak Mau Mengaku Positif Covid-19, Satgas Covid-19 Sentolo Bubarkan Resepsi Pernikahan

SATGAS penanganan Covid-19 tingkat Kapanewon Sentolo, Kulon Progo membubarkan sebuah hajatan pernikahan yang digelar warga Pedukuhan Sidowayah.

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Agus Wahyu
Istimewa
NEKAT - Sebuah keluarga di Sentolo nekat menggelar hajatan pernikahan di masa PPKM, Kamis (22/7/2021). Alhasil, Satgas Covid-19 setempat membubarkan pesta tersebut. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Satuan tugas (satgas) penanganan Covid-19 tingkat Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo membubarkan sebuah hajatan pernikahan yang digelar warga Pedukuhan Sidowayah, Kalurahan Sukoreno, Kamis (22/7/2021). Hal itu lantaran pengantin perempuan dan ayahnya diketahui terkonfirmasi positif Covid-19.

Panewu Sentolo, Raden Sigit Purnomo mengatakan, pengantin perempuan dan ayahnya diketahui positif Covid-19 setelah menjalani uji swab antigen di rumah sakit, sehari sebelum akad nikah. Saat ini, hasil uji swab antigen memang digunakan sebagai syarat pernikahan di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Sigit melanjutkan, meski diketahui terkonfirmasi positif Covid-19, prosesi akad nikah tetap dilangsungkan di KUA Sentolo dengan diwakilkan dan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat. "Memang selama PPKM, prosesi akad nikah boleh dilakukan, tetapi di KUA dan dibatasi. Sementara, untuk resepsi pernikahan tidak boleh dilakukan," katanya, Kamis (22/7/2021).

Sayangnya, setelah acara akad nikah selesai, warga tersebut tetap nekat melangsungkan hajatan resepsi pernikahan meski sudah ada larangan. Karena itu, satgas kapanewon kemudian mendatangi lokasi hajatan untuk membubarkan acara tersebut.

"Kami (satgas kapanewon) datang waktu seserahan. Keluarga pengantin putri juga menyembunyikan kondisinya kalau positif Covid-19. Karena, saya tanya panitia dan tetangganya juga tidak tahu kalau pengantin putri dan ayahnya positif Covid-19," bebernya.

Dari kejadian itu, satgas kapanewon kemudian mengarahkan konsep pernikahan secara drive thru. Kotak sumbangan dan boks hidangan makanan ditaruh di luar, sehingga para tamu tidak perlu masuk ke lokasi hajatan.

"Seusai dibubarkan, kotak sumbangan dan makanan ditaruh di luar untuk nyegati pintu masuk. Kebetulan lokasinya di pinggir jalan. Jadi, para tamu yang mau nyumbang tinggal memasukan sumbangannya ke kotak dan mengambil boks makanan kemudian pulang," tuturnya.

Telusuri
Dihubungi secara terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kulon Progo, Sumiran mengatakan, tim gugus tugas akan melakukan tracing atau penelurusan terhadap para tamu yang memiliki kontak erat pada kegiatan hajatan tersebut.

Selain itu, pihaknya juga memperkuat tim satgas dari tingkat kalurahan, kapanewon, dan kabupaten agar hal-hal yang bisa menjadi sumber penularan Covid-19 tidak terjadi lagi. Termasuk lurah selaku ketua satgas tingkat kalurahan bisa lebih giat lagi untuk mengedukasi warganya.

Adapun berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulon Progo, penambahan kasus baru masih terus terjadi. Pada Rabu (21/7/2021), dilaporkan ada penambahan 226 kasus baru. Dari jumlah itu, orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan tes swab PCR maupun antigen sebanyak 179 kasus dan 47 suspek.

Adapun pasien yang dilaporkan meninggal dunia sebanyak tujuh orang, dengan lima pasien di antaranya terkonfirmasi positif dan tiga lainnya berstatus suspek. (scp)

Baca selengkapnya Tribun Jogja edisi Jumat 23 Juli 2021.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved