Breaking News:

Kota Yogyakarta

Pasar Non Esensial di Kota Yogya Dilarang Beroperasi Selama PPKM Level 4, Pedagang Minta Kompensasi

Pedagang sudah hampir satu bulan tak berdagang, dihitung sejak awal penerapan PPKM Darurat pada 3 Juli lalu.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Pasar Beringharjo, Kota Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJA.COM - Pedagang pasar tradisional non esensial di Kota Yogyakarta berharap bisa mendapat kompensasi dari pemerintah.

Pasalnya, kebijakan PPKM Level 4 yang kini diterapkan, membuat mereka tidak dapat berdagang, setidaknya hingga 25 Juli mendatang.

Koordinator Paguyuban Pedagang Pasar Beringharjo Barat, Bintoro mengatakan, pihaknya sudah hampir satu bulan tak berdagang, dihitung sejak awal penerapan PPKM Darurat pada 3 Juli lalu.

Sehingga, sudah sewajarnya pedagang meminta kompensasi lewat relaksasi pajak.

Baca juga: Belum Mulai Berjualan, Pedagang di 29 Pasar Tradisional Kota Yogyakarta Dapat Relaksasi Retribusi

Sebelumnya, Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta pun telah memutuskan, untuk memberi keringanan retribusi 75 persen kepada pedagang di lima pasar tradisisional yang sementara tidak bisa beroperasi.

Namun, Bintoro menilai, relaksasi tersebut, belum terlampau signifikan.

"Harapan kami retribusi di-nol-kan, karena kami hampir satu bulan tak jualan, sehingga tidak ada pemasukan. Jadi, jelas kita minta kompensasi. Pajak lisrik juga, paling tidak ada pengurangan," katanya, Kamis (22/7/2021).

Ia pun meyakini, seluruh pedagang setuju dengan tuntutan tersebut, karena berpotensi membebani, setelah terdampak pembatasan yang cukup panjang.

Baca juga: Pasar Tradisional Non Esensial di Kota Yogyakarta Kembali Ditutup hingga 25 Juli 2021

Terlebih, karena aktivitas jual beli tidak dapat berlangsung, otomatis perekonomian para pedagang pun sangat terdampak.

"Sekarang sebenarnya kita mulai jenuh di rumah. Kami, kalau dari segi keuangan, juga semakin menipis. Harapan kami, ya, tanggal 26 (Juli) benar-benar sudah bisa jualan lagi, dan pasarnya semoga kembali ramai," ujarnya.

Secara garis besar, lanjut Bintoro, seluruh pedagang di Pasar Beringharjo Barat sejatinya mendukung segala upaya yang dilakukan pemerintah, untuk mengendalikan persebaran Covid-19, khususnya di Kota Yogyakarta.

"Kalau memang sudah diputuskan PPKM sampai 25 Juli, ya kami selaku pedagang hanya bisa menerima, karena mau nggak mau itu aturan dari pemerintah pusat. Sehingga, pedagang nurut lah," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved