Breaking News:

Kota Yogyakarta

Belum Mulai Berjualan, Pedagang di 29 Pasar Tradisional Kota Yogyakarta Dapat Relaksasi Retribusi

Sebanyak 29 pasar tradisional di Kota Yogyakarta, diusulkan mendapat relaksasi penarikan retribusi sebesar 25 persen hingga 75 persen.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda
Pemerintah Kota Yogyakarta belum membuka akses mobilitas masyarakat di Pasar Beringharjo, Kamis (22/7/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak 29 pasar tradisional di Kota Yogyakarta, diusulkan mendapat relaksasi penarikan retribusi sebesar 25 persen hingga 75 persen.

Mekanisme relaksasi retribusi itu diusulkan melalui Keputusan Wali Kota (Kepwal) sesuai Peraturan Daerah (Perda) Kota Yogyakarta Nomor 6 Tahun 2018.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Yogyakarta Yunianto Dwi Sutono mengatakan, Pemkot Yogyakarta belum melalukan pelonggaran aktivitas di pasar dikarenakan Kota Yogyakarta masuk dalam level 4 atas kebijakan perpanjangan PPKM dari pemerintah pusat.

"Aktivitas ekonomi di pasar belum kami buka sepenuhnya," katanya, kepada Tribunjogja.com, Kamis (22/7/2021).

Baca juga: Pasar Tradisional Non Esensial di Kota Yogyakarta Kembali Ditutup hingga 25 Juli 2021

Dijelaskan olehnya, selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat kemarin lapak yang dibolehkan buka hanya mereka yang berdagang sembako.

Sementara lapak non sembako ditutup sepanjang kebijakan PPKM Darurat maupun PPKM Level 4 berlangsung.

Terhadap para pedagang non sembako maupun pedagang sembako, Disperindag Kota Yogyakarta mengusulkan adanya relaksasi penarikan retribusi bagi para pedagang.

"Kalau sampai kapan itu berlangsung kami tunggu arahan pak Wali. Tapi saat ini kami berikan relaksasi ke pedagang dalam pembayaran retribusi," jelas dia.

Pemberian relaksasi itu disesuaikan dengan kelas pasar yang ada di Yogyakarta, sehingga besaran relaksasi yang diusulkan beragam.

"Sejak PPKM Darurat mulai tanggal 3 Juli, seluruh pedagang pasar mendapatkan relaksasi pembayaran retribusi maupun sewa dengan jumlah yang beragam," terang dia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved