Pemda DIY Klaim Penerapan PPKM Darurat Berhasil, Mampu Tekan Mobilitas Warganya

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji menilai bahwa pelaksanaan PPKM Darurat di DI Yogyakarta tergolong berhasil. 

Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda
Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji menilai bahwa pelaksanaan PPKM Darurat di DI Yogyakarta tergolong berhasil. 

Hal ini ditunjukkan dari tingkat penurunan mobilitas warga yang juga menjadi indikator keberhasilan kebijakan tersebut.

Saat ditemui di kantornya, Aji merinci, berdasarkan hasil evaluasi PPKM Darurat sepanjang 3 hingga 20 Juli 2021, ada sejumlah aktivtias masyarakat yang mengalami penurunan. 

Penurunan itu ditemui pada aktivitas transportasi umum sebesar 49 persen, aktivitas di taman-taman 33 persen, tempat rekreasi 25 persen, dan tempat kerja sebesar 21 persen. 

Baca juga: Sempat Tembus 1.000 Kasus Covid-19 per Hari di Bantul Saat PPKM Darurat, Dinkes Lakukan Evaluasi

"Memantaunya melalui aplikasi Google Mobility," terangnya.

Kendati demikian, ada pula aktivitas yang meningkat di masyarakat. Meliputi aktivitas di toko bahan makanan dan apotek sebesar 9 persen serta area permukiman sekitar 13 persen.

Lebih jauh, Aji menjelaskan, saati ini Pemda DIY juga berhasil menurunkan jumlah pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri. Yakni dari 28 ribu menjadi 25 ribu pasien pada hari ini.

"Kita terus mendorong agar yang isoman mau masuk ke selter agar kondisinya benar-benar dipantau," bebernya. 

Terkait penambahan kasus terkonfirmasi, Aji menyebut tengah terjadi sedikit penurunan. Meskipun jumlahnya relatif sedikit. 

Angka penambahan kasus harian pun masih tergolong tinggi karena rata-rata menembus lebih dari 1.000 kasus perhari.

"Ini kesembuhan juga mulai meningkat pelan-pelan," paparnya.

Terkait tingkat keterisian tempat tidur di RS rujukan Covid-19, saat ini masih tergolong tinggi. Rata-rata mencapai lebih dari 90 persen tiap harinya.

Baca juga: Pemerintah Segera Lakukan Tes dan Tracing Masif di Kawasan Padat Penduduk, Ini Wilayah yang Disasar

Saat ini Pemda DIY tengah mengupayakan pengadaan lima RS lapangan di DIY.

Satu yang telah direalisasi adalah RSU Respati yang diampu oleh RSUD Prambanan, Sleman.

Empat RS sisanya akan dibangun dengan memanfaatkan asrama UGM, asrama UNY, rumah susun ASN BBWS serta Pusdiklat PU Ngeksigondo. 

Rumah sakit lapangan ini akan dipakai untuk menampung pasien dari RS rujukan Covid-19 yang kondisinya telah membaik. Sehingga RS rujukan dapat segera menampung pasien baru dengan kondisi yang lebih parah.

"Yang gedung PU rencananya dikelola RS Bhayangkara. Yang lain ini Dinkes lagi melihat ke lapangan terkait kesiapannya," bebernya. (tro)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved