Kabupaten Bantul
Pemkab Bantul Berencana Bantu Logistik 3.025 Rumah Warga Isoman
Hasil pendataan, di Kabupaten Bantul ada sekitar 3.025 rumah yang sekarang warganya sedang Isolasi mandiri.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah Kabupaten Bantul berencana membantu warganya yang saat ini sedang menjalani isolasi mandiri (Isoman) karena terpapar Covid-19.
Rencananya, bantuan akan diberikan dalam bentuk sembako, seperti beras beserta kelengkapannya.
Ketua Harian Satgas covid-19 Kabupaten Bantul, Joko Purnomo mengatakan, selain kesehatan, pihaknya saat ini sedang memikirkan untuk membantu kebutuhan warga yang sedang menjalani Isolasi mandiri.
Hasil pendataan, di Kabupaten Bantul ada sekitar 3.025 rumah yang sekarang warganya sedang Isolasi mandiri.
"Kami sedang berupaya, nantinya bisa memberi bantuan logistik bagi warga yang Isoman," kata Joko, Senin (19/7/2021).
Baca juga: Prokes Kendor, Kasus Covid-19 di Bantul Melonjak
Wakil Bupati Bantul itu mengatakan, pihaknya sedang berkoordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Harapannya, ada kebijakan untuk bersama-sama support bagi warga yang Isolasi. Selama ini, menurut dia, warga Isoman sebenarnya sudah mendapat bantuan dari satgas ditingkat Kalurahan.
Bahkan, bantuan di tingkat bawah bukan hanya soal kebutuhan logistik, namun sampai juga pekerjaan harian.
Sebab gotong-royong warga Bantul untuk sama-sama menanggulangi pandemi sangat bagus.
"Ada yang punya ternak dan isolasi. Warga sampai membantu ngaritke ternak," kata Joko. Karena itu, satgas Kabupaten berupaya untuk hadir dengan ikut memberi bantuan kepada warga Isoman. Bantuan bekerjasama dengan Baznas.
"Mungkin Baznas beras, kami kelengkapan lainnya," jelas dia.
Baca juga: Warga Bantul Meninggal Dunia di Kursi Tunggu IGD Saat Mengantre Perawatan di Rumah Sakit
Kasus Tinggi
Angka kasus harian terkonfirmasi Coronavirus Disease-2019 di Bumi Projotamansari mengalami peningkatan cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan laporan harian terkonfirmasi Covid-19 di DIY, dalam empat hari terakhir (15 - 18 Juli) di Kabupaten Bantul tercatat ada penambahan 2.979 kasus.
Peningkatan kasus penularan ini, Joko mengaku belum mengetahui, apakah ada kaitannya dengan virus corona Varian delta yang telah diumumkan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X sudah masuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Kami belum mendapatkan laporan secara rinci (mengenai varian Delta). Dari Dinas Kesehatan belum ekspos mengenai varian ini," kata Joko.
Kendati demikian, pihaknya mengaku telah melakukan antisipasi dengan lebih intens mengedukasi masyarakat dengan melibatkan satgas Covid-19 di semua level tingkatan.
Terutama soal penyekatan, pengetatan dan pentingnya protokol kesehatan. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-bantul_20180731_185700.jpg)