Sebanyak 127.400 Warga DI Yogyakarta Akan Terima Bansos Tunai PPKM Darurat
Sebanyak 127.400 keluarga penerima manfaat di DI Yogyakarta bakal menerima bantuan sosial tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang digulir
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak 127.400 keluarga penerima manfaat di DI Yogyakarta bakal menerima bantuan sosial tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang digulirkan di tengah pemberlakuan PPKM Darurat.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) DIY Endang Patmintarsih mengungkapkan, jumlah yang diusulkan sama dengan jumlah penerima BST pada bulan Januari hingga April 2021 lalu.
Namun, data tersebut masih terus bergerak mengikuti perkembangan dan situasi saat ini.
Sebab, kemungkinan sebagian data yang diajukan sudah tidak relevan karena adanya kematian, perpindahan penduduk, dan lain sebagainya.
Baca juga: Atlet Cabor Sepatu Roda DI Yogyakata Wajib Beradaptasi dengan Peralatan Baru Dalam Waktu Dekat
Dalam penyaluran kali ini, tiap penerima manfaat akan mendapat bantuan senilai Rp 600 ribu dan beras seberat 10 kg.
"Untuk BST perbulannya Rp 300 ribu sudah diberikan dari bulan Januari sampai dengan April. Karena ada PPKM Darurat maka diperpanjang pemberiannya untuk Mei-Juni dan diterimakan bulan Juli," jelas Endang, Minggu (18/7/2021).
Masyarakat tidak perlu melakukan pendaftaran untuk menerima bantuan tersebut. Dikarenakan tiap penerima manfaat merupakan usulan dari kabupaten/kota dan sesuai dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos.
Data tersebut kemudian diverifikasi oleh Kemensos bersama Kemendagri guna mencocokan Nomor Induk Kependudukan masing-masing penerima.
Setelah melalui proses itu, barulah muncul Surat Keputusan Dirjen terkait penerimaan BST.
Terkait penyalurannya nanti, pihaknya tengah memikirkan dua opsi metode penyaluran. Yakni lewat kantor cabang PT. Pos Indonesia atau melalui masing-masing keluharan.
Langkah ini ditempuh untuk meminimalisasi terjadinya antrean panjang. Berkaca pada pengalaman tahun sebelumnya, tahap pembagian BST justru menimbulkan penumpukan antrean sehingga meningkatkan resiko penularan Covid-19.
"Memang kalau di kelurahan waktu distribusi semakin panjang karena akan menyebar tim, tapi lebih aman, akses lebih dekat juga,” papar Endang.
Dinsos DIY bersama PT. Pos Indonesia menurutnya sudah siap menyalurkan BST.
Hanya saja, pihaknya masih menunggu instruksi dari pusat untuk bisa secara resmi menyalurkan BST ini.
“Kalau kami sudah siap. Saya sudah koordinasi dengan kabupaten/kota dan dengan PT. Pos juga. Karena anggarannya dari PT. Pos, jadi PT. Pos nanti yang akan menjadwalkan, tentunya juga setelah ada perintah dari Kementerian Sosial,” terangnya.
Baca juga: Targetkan Herd Immunity Akhir 2021, BIN Gencarkan Vaksinasi Door To Door
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/dinsos-diy-terussosialisasikanmitigasi-bencana-pada-penduduk-yang-berada-di-lokasi-rawan-bencana.jpg)