Breaking News:

Atlet Cabor Sepatu Roda DI Yogyakata Wajib Beradaptasi dengan Peralatan Baru Dalam Waktu Dekat

Tim Sepatu Roda Pekan Olahraga Nasional (PON) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih harus melakukan adaptasi peralatan latihan baru, yang kemarin

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
Dok Humas KONI DIY
Serah terima peralatan baru sepatu roda dari KONI DIY kepada perwakilan cabor sepatu roda DIY. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tim Sepatu Roda Pekan Olahraga Nasional (PON) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih harus melakukan adaptasi peralatan latihan baru, yang kemarin Jumat (16/7/2021) lalu baru saja diberikan oleh pihak Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY.

Peralatan baru itu berupa, frame, bearing, roda dan sepatu boot. Tentu saja dengan peralatan baru itu, pelatih sepatu roda DIY, Sugeng Lasono memaparkan atletnya minimal harus beradaptasi selama empat sampai lima bulan, sedangkan bantuan peralatan itu baru turun jelang dua bulan hari pelaksanaan PON XX Papua.

Sebagai catatan, untuk mendatangkan pemesanan peralatan dari Korea, Amerika, dan China ini dibutuhkan waktu sekitar dua bulan. 

Baca juga: Targetkan Herd Immunity Akhir 2021, BIN Gencarkan Vaksinasi Door To Door

Karena disamping harus antre, ternyata atlet DIY juga harus menunggu produksi sepatu boot yang dibuat khusus kustomisasi itu.

"Alhamdulillah kemarin kita sudah terima dan langsung dipakai untuk latihan besoknya. Memang sekiranya peralatan baru itu bisa dikatakan datangnya terlambat, tapi ya diusahakan atlet bisa klik dengan peralatan baru dalam waktu satu bulan saja," katanya, Minggu (18/7/2021).

Adapun upaya yang akan dilakukan adalah latihan sebanyak enam kali dalam sepekan, meskipun selama penerapan kebijakan PPKM ini, sesi latihan atlet dikurang menjadi tujuh sesi dari biasanya sembilan sesi.

"Ya kita lakukan adaptasi ini dengan latihan high and low, juga latihan teknik untuk mengimbangi. Tapi kita tetap sesuaikan porsi latihan atas rujukan dari Ketua KONI DIY dan dokter Woro," ungkapnya.

Selanjutnya, sesi latihan selama PPKM ini dilakukan dalam enam hari pada pagi hari dengan satu libur pada hari Minggu, sementara pada hari Selasa dan Kamis biasanya digelar pada sore hari juga.

Tak lupa, ia dan Pengurus Daerah Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia Pengda Porserosi DIY  menghaturkan terima kasih kepada KONI DIY atas upayanya dalam memfasilitasi kebutuhan atlet.    

Baca juga: Inilah Pertolongan Pertama Saat Gula Darah Rendah

Sementara itu Anggota Bidang Pembibitan dan Pembinaan Prestasi KONI DIY Wesley Heince Parera Tauntu berharap alat yang diberikan dapat membantu pelatihan maupun pertandingan atlet, guna meraih prestasi terbaik di ajang PON XX Papua pada Oktober 2021 mendatang. 

Sebagai informasi, ada lima (5) atlet sepatu roda yang termasuk dalam Tim Puslatda DIY. Terdiri dari 4 atlet putri dan satu (1) atlet putra, masing-masing atas nama Aurellia Nariswari Putri Sigit, Aradhana Wikanestri, Naviska Putri Alifah, Chalila Adinawati, dan Hilmanafika Sagarmatha. Mereka nantinya akan turun di nomor pertandingan 500 meter (m) putra dan putri, 1.000 m putra dan putri, 15 kilometer (km) putri, 10 km point to point (ptt) putri, marathon, dan relay 3 km. (tsf)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved