Breaking News:

Rubrik Otomotif Gaspol 52: 'Ducati' Star, Putra Samosir Ubah Wujud Honda Star 1986 Jadi Tracker

Berawal dari keinginan untuk membangun motor idaman, Steven Sinurat (20) memberanikan diri merombak total Honda Astrea Star tahun 1986 miliknya tampil

Istimewa
Steven Sinurat (20) meng-kustom Honda Star 1986 milinya jadi tracker 

TRIBUNJOGJA.COM - Berawal dari keinginan untuk membangun motor idaman, Steven Sinurat (20) memberanikan diri merombak total Honda Astrea Star tahun 1986 miliknya tampil lebih sangar bergaya tracker, walaupun ia sama sekali tak memiliki basic otomotif sebelumnya.

Itu semua bermula dari pertemuannya dengan kustom builder Artnarchy Custom Garage, Wibowo Adi Utama, 2019 silam. Taspen, sapaan akrab Steven, awalnya hanya ingin merestorasi motor pemberian dari seorang abang kost-nya.

Namun, Bowo, justru menawarkan pada Taspen untuk mewujudkan sendiri motor impiannya, dengan mengikuti lokakarya alias nyantrik.

"Kami menyebutnya lokakarya, atau zaman dulu biasa disebut nyantrik. Jadi seperti proses sekolah, atau belajar pada umumnya namun learning by doing. Sebenarnya Taspen ini yang kedua, sebelumnya ada namun tidak sampai selesai karena disibukkan Koas, lanjut bekerja, akhirnya penggarapan motornya tidak diselesaikan," ujar Bowo kepada Tribun Jogja.

Baca juga: Pameran Tunggal Petek Sutrisno Teenage Fantasy Super Hero dan Harmoni dalam Mimpi Remaja

"Sebagaimana konsep awal keberangkatan bengkel ini, gagasannya yakni ingin mewujudkan mimpi orang lain. Seperti putra Samosir ini yang ingin mewujudkan mimpinya, dengan keterbatasan biaya tetapi punya kemauan yang tinggi," tambahnya.

Konsep untuk sebuah proses belajar meng-kustom motor dengan basic mesin 'bobok' si Honda Star ini dijelaskan Bowo terinspirasi dari builder asal Jepang, Toshiyuki Osawa yang akrab dengan sebutan Cheetah dari Cheetah 4D Studio dikawinkan dengan konsep motor Ducati Predator.

"Dia (Cheetah 4D Studio) banyak garap motor dengan basic mesin tidur, diubah tampilannya menjadi motor laki dengan style tracker, dan sepertinya dia memang konsen di situ. Dari segi frame, jok panjangnya, jadi memang ada yang diadopsi dari sana, dikawinkan dengan konsep yang diambil dari Ducati Predator," jelas Bowo.

Semua proses kustom dari awal belajar menggunakan gerinda, bor, ngelas, mengamplas hingga finishing cat, Taspen kerjakan sendiri. Tentu saja dengan bimbingan dari para penghuni Artnarchy Custom Garage.

"Hingga saat ini terwujudlah mimpi (Taspen) memiliki motor kustom 'Ducati' Star yang tidak biasa meskipun dari bahan motor yang biasa-biasa saja. Tak punya kemampuan bukan berarti mengendurkan keinginan. Mewujudkan mimpi dengan niat belajar tanpa henti. Build not bought," ujar Bowo.

"Di dunia kustom motor ini kan sebenarnya yang kita bangun bukan hanya motornya, tapi kita bangun persaudaraan, kita bangun brotherhood," tambahnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved