Breaking News:

PENTING! Dokter RSA UGM: Ini Teknik Proning Pertolongan Pertama Sesak Nafas, Bisa Naikkan Saturasi

Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit Akademik UGM, dr. Astari Parnindya Sari MSc SpP menyampaikan teknik proning memang dapat membantu seseorang

Editor: Kurniatul Hidayah
Shutterstock/Anya Ivanova
Ilustrasi oksimeter, pengukur saturasi oksigen (kadar oksigen), happy hypoxia 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit Akademik UGM, dr. Astari Parnindya Sari MSc SpP menyampaikan teknik proning memang dapat membantu seseorang yang mengalami sesak nafas termasuk pada pasien Covid-19.

Teknik proning dalam beberapa waktu terakhir banyak disebutkan mampu membantu pasien Covid-19 yang mengalami sesak nafas dan mengalami penurunan saturasi oksigen.

Kendati begitu, teknik ini hanya bersifat sebagai pertolongan pertama atau sementara sebelum mendapatkan dukungan oksigen dan perawatan di rumah sakit.

Baca juga: Gita Jessica Bawakan Ulang Lagu Padi dalam Versi Batak

“Posisi prone (tengkurap) bisa membantu menaikan saturasi oksigen dalam tubuh. Namun, kita tetap harus memperhatikan berapa target oksigen minimal pasien. Meskipun prone bisa membantu menaikan sturasi, tetapi jika masih terlalu jauh dari target saturasi minimal, maka tetap membutuhkan tambahan oksigen,” paparnya belum lama ini.

Astari menjelaskan posisi prone dianjurkan untuk memaksimalkan fungsi paru bagian belakang atau yang berada pada bagian punggung.

Pasalnya, saat tidur dalam posisi terlentang fungsi paru di bagian punggung cenderung kurang bekerja secara maksimal.

Dengan melakukan posisi prone diharapkan dapat memudahkan daerah paru di belakang mengambil oksigen sehingga dapat meningkatkan suplai oksigen dalam tubuh.

“Dengan posisi tengkurap bisa membuka area-area paru di belakang yang luasannya lebih besar dibanding bagian depan sehingga memudahkan dalam mengambil oksigen dan menaikkan saturasi,” tuturnya.

Baca juga: Pasien Covid-19 Isolasi Mandiri di Rumah Sebaiknya Hindari Obat-obatan Ini Tanpa Rekomendasi Dokter

Lalu bagimana teknik proning yang benar untuk membantu pasien sesak nafas? Astari menyampaikan bahwa ada tiga posisi yang bisa dilakukan.

Pertama, posisi tengkurap dengan meletakkan bantal di area leher, panggul, serta kaki. Kedua, tidur menyamping dengan mletakkan bantal di kepala, pinggang, dan kaki.

Ketiga, tidur bersandar pada tumpukan bantal. Masing-masing posisi dilakukan selama 30 menit.

Kendati bisa membantu pasien ssak nafas, posisi proning tidak disarankan untuk beberapa orang.

Beberapa diantaranya adalah wanita hamil, pasien dengan trombosis vena, pasien dengan gangguan jantung, serta patah tulang panggul. (Rls)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved