Erupsi Gunung Merapi

Update Gunung Merapi 16 Juli 2021, Lava Pijar Meluncur Sejauh 800 Meter Malam Ini

Lava pijar itu terjadi sekitar pukul 19.00 WIB mengarah ke Barat Daya dengan durasi 81 detik.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
Twitter BPPTKG
Guguran lava pijar Gunung Merapi yang terjadi tanggal 16 Juli 2021 pukul 19.00 WIB. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi (2.968 mdpl) di perbatasan DIY dan Jawa Tengah masih terus menunjukkan aktivitas erupsi hingga, Jumat (6/7/2021) malam ini.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, menyampaikan pada periode pengamatan Jumat pukul 12.00-18.00, terjadi guguran lava pijar dengan jarak luncur mencapai 800 meter.

Lava pijar itu terjadi sekitar pukul 19.00 WIB mengarah ke Barat Daya dengan durasi 81 detik.

"Terjadi guguran lava pijar, jarak luncur ±800meter ke Barat Daya. Durasi 81 detik," jelasnya, dalam keterangan resmi yang diterima Tribunjogja.com.

Baca juga: UPDATE Gunung Merapi 16 Juli 2021, Lontarkan 3 Kali Guguran Lava Pijar 1 Kilometer ke Barat Daya

 Secara visual gunung teramati jelas. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 100 meter di atas puncak," katanya.

Pada periode ini, cuaca di Gunung Merapi cerah. Angin bertiup lemah hingga ke arah Barat Laut. 

Suhu udara 17-21°C, kelembaban udara 57-88 persen, dan tekanan udara 627-687 mmHg.

Aktivitas kegempaan yang terjadi di antaranya 84 gempa guguran, 6 gempa hembusan, 39 gempa hybrid/fase banyak dengan durasi 5.2 hingga 7.4 detik

Hanik menyampaikan, Gunung Merapi sampai saat ini masih berstatus siaga (level III).

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km.

Baca juga: UPDATE Gunung Merapi 15 Juli 2021: Terjadi 2 Kali Guguran Lava Pijar Pagi Ini

"Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi," ungkap Hanik.

Ia menambahkan, penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam kawasan rawan bencana (KRB) III direkomendasikan untuk dihentikan.

Selain itu, pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

"Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," tandas Hanik.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved