Erupsi Gunung Merapi
UPDATE Gunung Merapi 16 Juli 2021, Lontarkan 3 Kali Guguran Lava Pijar 1 Kilometer ke Barat Daya
Gunung Merapi masih mengeluarkan guguran lava pijar, Jumat (16/7/2021). Dalam observasi selama 6 jam pukul 00:00-06:00 WIB, teramati 3 kali guguran
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Gunung Merapi masih mengeluarkan guguran lava pijar, Jumat (16/7/2021).
Dalam observasi selama 6 jam pukul 00:00-06:00 WIB, teramati 3 kali guguran lava pijar ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal 1.000 m.
Secara meteorologi, cuaca cerah berawan. Angin bertiup sedang ke arah barat. Suhu udara 15-18 °C, kelembaban udara 65-69 %, dan tekanan udara 873-919 mmHg.
Gunung jelas hingga kabut 0-I. Asap kawah tidak teramati.
Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini Jumat 16 Juli 2021: Daftar 10 Wilayah Berpotensi Hujan Disertai Angin
Gempa guguran tercatat terjadi sebanyak 30 kali dengan amplitudo 3-31 mm berdurasi 22-106 detik.
Hembusan terjadi sebanyak tiga kali dengan amplitudo 5-8 mm berdurasi 19-28 detik.
Low frekuensi berjumlah sekali, amplitudo 12 mm berdurasi 10 detik.
Hybrid/Fase Banyak tercatat sebanyak 26 kali dengan amplitudo 3-30 mm, S-P 0.4-0.9 detik, durasi 5-11 detik.
Vulkanik dangkal terjadi sebanyak dua kali dengan amplitudo 46-75 mm, durasi 7-11 detik.
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya.
Area mencakup sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.
Sedangkan, lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Baca juga: Peta Sebaran Kasus Baru Covid-19 24 Jam Terakhir: Rincian Penambahan 56.757 Kasus di 34 Provinsi
Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.
Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.
Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (ard)