PSS Sleman

PSS Sleman Rancang Ulang Puncak Performa Timnya

Puncak performa yang seharusnya diraih oleh PSS Sleman mendekati tanggal pelaksanaan kick off Liga 1, harus kembali dirancang ulang.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
Dokumentasi PSS Sleman
Manajer PSS Sleman, Danilo Fernando 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Manajer PSS Sleman, Danilo Fernando melihat pandemi Covid-19 yang mulai tak terkendali di Indonesia ini merupakan sebuah kerugian bagi PSS Sleman yang sedang mempersiapkan tim mengarungi Liga 1 2021.

Bagaimana tidak, puncak performa yang seharusnya diraih oleh PSS Sleman mendekati tanggal pelaksanaan kick off Liga 1 pada 10 Juli 2021 lalu, harus kembali dirancang ulang.

Masalahnya, tim membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengembalikan puncak performa pemain yang sudah mulai menurun karena kompetisi ditunda.

Apalagi Danilo menilai latihan mandiri yang dilakukan selama PPKM ini tidak efektif untuk menjaga performa.

Menurutnya, mau tidak mau pemain musti memiliki kegiatan di lapangan agar tak kehilangan sentuhan.

Baca juga: Pemantauan Latihan Jarak Jauh Pemain PSS Sleman Memiliki Tantangan Tersendiri

Namun setidaknya dengan latihan mandiri yang telah diprogram oleh tim pelatih sekarang ini, setidaknya kualitas fisik para pemain saat kembali ke lapangan nanti tidak menurun drastis.

“Idealnya, pengembalian performa itu tergantung pada masa PPKM. Jika sebulan, maka dibutuhkan 40 hari untuk mengembalikan performanya. Sebaliknya jika lebih dari sebulan, bisa 6 minggu,” kata Danilo, Jumat (16/7/2021).

Selain itu, Danilo juga mengakui jika PSS Sleman mengalami kerugian finansial, karena sepanjang pandemi Covid-19 pendapatan tim terhambat.

Belum lagi sponsor yang juga akan memperhitungkan kembali budget yang dikeluarkan untuk tim.

“Banyak kerugian dari situasi ini. Tak hanya dari aspek finansial, yang sudah pasti diderita klub-klub, tapi juga kondisi pemain dan psikis yang menurun. Program yang disiapkan oleh tim pelatih jadi percuma,” paparnya.

Dengan kata lain, persiapan yang telah dilakukan jauh-jauh hari ini menjadi sebuah tantangan bagi pemain maupun manajemen.

Meski begitu, Danilo tetap bisa memahami langkah pemerintah untuk menerapkan PPKM, dan PSSI sebagai federasi serta PT LIB selaku operator liga mengundur jadwal liga.

Baca juga: PPKM Darurat, Arsyad Yusgiantoro Disiplin Ikuti Latihan PSS Sleman Secara Daring

"PSS Sleman sudah mempersiapkan diri secara matang untuk kick off yang seharusnya bergulir pada 9 Juli 2021 lalu. Tapi kami bisa mengerti karena memang berat situasi pandemi Covid-19 saat ini,” jelas manajer asal Brasil itu.

Di lain hal, sisi positif yang dilihat Danilo saat ini para pemain dan manajemen serta pelatih bisa berkumpul bersama keluarga, tidaks seperti hari-hari biasanya yang selalu sibuk masing-masing. 

Tapi, Danilo berharap kompetisi bisa kembali bergulir.

Masyarakat bisa mendapatkan hiburan di rumah, sedangkan pemain dan ofisial mempunyai penghasilan setiap bulannya.

Meski begitu, tetap yang diutamakan adalah manusia, kesehatannya.

Terakhir ia menyebut situasi pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini sangat mengkhawatirkan ketimbang dengan Brazil, yang ia ketahui kasus positif setiap harinya mencapai 40 ribu kasus per sedangkan di Indonesia telah mencapai lebih dari 50 ribu kasus perharinya.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved