Perlukah PPKM Darurat Diperpanjang? Ini Kata Epidemiolog hingga Satgas Covid-19
Sepekan jelang berakhirnya periode penerapan PPKM darurat tersebut, mulai beredar kabar terkait wacana perpanjangan PPKM Darurat.
TRIBUNJOGJA.COM - Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat akan berakhir pada 20 Juli 2021 mendatang.
Sepekan jelang berakhirnya periode penerapan PPKM darurat tersebut, mulai beredar kabar terkait wacana perpanjangan PPKM Darurat.
Hal itu mengingat penyebaran virus Corona di Indonesia yang terbilang masih cukup tinggi hingga saat ini.
Bahkan, kasus penambahan harian Covid-19 di Indonesia terus mencatatkan rekor tertinggi.
Baca juga: Tak Pakai Masker di Ruang Publik Saat PPKM Darurat, 17 Pelanggar Diperiksa Polres Kulon Progo
Baca juga: BREAKING NEWS: Kapasitas RS Rujukan Covid-19 di DI Yogyakarta Sentuh 100 Persen, Ini Upaya Pemda
Terbaru, penambahan kasus harian Covid-19 di Indonesia pada Selasa (13/7/2021) kemarin mencapai angka 47 ribu lebiih.
Angka penambahan kasus baru harian tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang pandemi Covid-19 melanda Indonesia sejak Maret 2020 silam.
Lantas, perlukah PPKM Darurat diperpanjang?
Epidemiolog dari Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman menilai, PPKM Darurat di Indonesia harus diperpanjang.
"Bukan mungkin lagi, memang harus diperpanjang" kata Dicky Rabu (14/7/2021).

Ini bukan tanpa alasan. Situasi Indonesia saat ini dinilai pakar penyakit menular tidak terkendali.
Mulai dari angka positivity rate yang sangat tinggi jauh di atas 10 persen dan tingkat pertumbuhan kasus yang masih tinggi.
Selain itu, kita juga masih menghadapi beban di fasilitas kesehatan (faskes) dan angka kematian yang tinggi.
Dari fakta tersebut, Dicky mengatakan, bahwa sudah jelas PPKM Darurat di Indonesia harus diperpanjang.
"Kalau menurut saya, itu sudah bukan pertanyaan apakah harus diperpanjang atau tidak. Itu sudah jelas harus diperpanjang," katanya.
Selain itu, kebijakan PPKM darurat juga harus terus dievaluasi setiap dua minggu sekali.