KRONOLOGI 250 Tabung Oksigen Diambil Pihak Vendor, Dirut RS PKU Muhammadiyah: Kondisi Kritis
Lantaran terjadi salah paham, sebanyak 250 tabung oksigen medis di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta ditarik karena pihak rumah sakit mengisi tabung
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
Sejak saat itu kerjasama antar rumah sakit dan distributor tersebut pun resmi berakhir.
RS PKU Muhammadiyah kini harus mencari tabung-tabung lagi untuk cadangan kebutuhan oksigen.
"Sekarang tabung beli sendiri, kita isi sendiri. Muter-muter cari. Karena kita butuh banyak (cadangan)," urainya.
Baca juga: Kapasitas Bed Rumah Sakit Capai 90 Persen, Pemkab Magelang Rencanakan Tambah Tempat Isolasi
Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY Huda Tri Yudiana menegaskan apa yang terjadi di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta bisa menjadi pelajaran di daerah lain.
Menurutnya, saat ini memang kebutuhan oksigen di mana-mana sulit. Pihaknya pun meminta kepada Polda DIY untuk memberi perlindungan bilamana kesalah pahaman itu bergulir sampai ke meja hukum.
"Itu kan sudah beredar kabarnya. Saya harap ya ada perlindungan dari Polda. Karena ini urusannya keselamatan seseorang," ungkapnya.
Kepada Pemda DIY, dirinya mendesak supaya sesegera mungkin eksekutif mengupayakan tabung oksigen induk yang digunakan untuk memenuhi pasokan oksigen di rumah sakit rujukan.
"Entah mau dikasih satu persatu rumah sakit, atau ditaruh di mana tapi oksigen penting untuk sekarang ini. Karena tidak ada perhitungan yang lebih penting selain hitungan nyawa untuk saat ini," pungkasnya. (hda)