Breaking News:

Penjelasan Dokter Spesialis Paru Soal Teknik Proning untuk Legakan Sesak Nafas

Penjelasan Dokter Spesialis Paru Soal Teknik Proning untuk Legakan Sesak Nafas

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Hari Susmayanti
Shutterstock/Pordee Aomboon
Ilustrasi pasien infeksi virus corona, pasien Covid-19. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Di media sosial, sedang ramai dibicarakan teknik proning yang bisa membantu melegakan sesak nafas pasien Covid-19.

Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit Akademik (RSA) Universitas Gadjah Mada, dr Astari Pranindya Sari MSc SpP menyampaikan, teknik proning memang dapat membantu seseorang yang mengalami sesak nafas termasuk pada pasien Covid-19. 

Kendati begitu, teknik ini hanya bersifat sebagai pertolongan pertama atau sementara sebelum mendapatkan dukungan oksigen serta perawatan di rumah sakit.

“Posisi prone (tengkurap) bisa membantu menaikan saturasi oksigen dalam tubuh. Namun, kita tetap harus memperhatikan berapa target oksigen minimal pasien. Meskipun prone bisa membantu menaikan saturasi, tetapi jika masih terlalu jauh dari target saturasi minimal, maka tetap membutuhkan tambahan oksigen,” paparnya, Selasa (13/7/2021).

Astari menjelaskan posisi prone dianjurkan untuk memaksimalkan fungsi paru bagian belakang atau yang berada pada bagian punggung. 

Pasalnya, saat tidur dalam posisi terlentang fungsi paru di bagian punggung cenderung kurang bekerja secara maksimal.

Baca juga: Mereka Bekerja 24 Jam Demi Kemanusiaan Pada Masa Pandemi Covid-19

Baca juga: Kasus Covid-19 di DIY Hari Ini Tembus 2.731 Pasien, Ini Penyebabnya

Dengan melakukan posisi prone, kata dia, diharapkan dapat memudahkan daerah paru di belakang mengambil oksigen sehingga dapat meningkatkan suplai oksigen dalam tubuh.

“Dengan posisi tengkurap bisa membuka area-area paru di belakang yang luasnya lebih besar dibanding bagian depan sehingga memudahkan dalam mengambil oksigen dan menaikan saturasi,” tuturnya.

Astari turut menjelaskan bagaimana teknik proning yang benar untuk bantu pasien sesak nafas.

Menurutnya, ada tiga posisi yang bisa dilakukan.

Pertama, posisi tengkurap dengan meletakkan bantal di area leher, panggul, serta kaki. Kedua, tidur menyamping dengan meletakkan bantal di kepala, pinggang, dan kaki. 

Ketiga, tidur bersandar pada tumpukan bantal. Masing-masing posisi dilakukan selama 30 menit.

Kendati bisa membantu pasien sesak nafas, posisi proning tidak disarankan untuk beberapa orang. 

Beberapa di antaranya adalah wanita hamil,  pasien dengan trombosis vena, pasien dengan gangguan jantung, serta patah tulang panggul. (Tribunjogja/Ardhike Indah)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved