Breaking News:

Berita Kesehatan

Hubungan Golongan Darah dan Tingkat Keparahan Covid-19, Benarkah Ada Kaitannya?

Golongan darah tak terkait langsung dengan tingkat keparahan mereka yang terpapar COVID-19. Demikian dalam laporan peneliti Harvard Medical School

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
bio-co.net
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Golongan darah tak terkait langsung dengan tingkat keparahan mereka yang terpapar COVID-19. Demikian dalam laporan peneliti Harvard Medical School yang berbasis di Rumah Sakit Umum Massachusetts.

Temuan mereka, yang diterbitkan dalam Annals of Hematology, menghilangkan laporan sebelumnya yang menunjukkan korelasi antara golongan darah tertentu dan COVID-19.

Meski demikian, penelitian ini menemukan bahwa individu yang bergejala dengan golongan darah B dan AB yang Rh positif lebih mungkin dites positif COVID-19, sedangkan mereka yang bergolongan darah O cenderung tidak positif alias negatif.

“Kami menunjukkan melalui studi multi-institusi bahwa tidak ada alasan untuk percaya bahwa golongan darah tertentu bisa menyebabkan peningkatan keparahan penyakit, yang kami definisikan membutuhkan intubasi atau menyebabkan kematian,” kata penulis studi senior Anahita Dua, asisten HMS. profesor bedah di Mass General.

Baca juga: Siapakah Lois Owien, Dokter yang Sesumbar Tak Percaya Covid-19?

"Bukti ini akan membantu menghentikan laporan sebelumnya tentang kemungkinan hubungan antara golongan darah A dan risiko infeksi dan kematian COVID-19 yang lebih tinggi," kata Dua.

Munculnya COVID-19 di seluruh penjuru dunia membuat para ilmuwan bekerja keras untuk menemukan karakteristik yang mungkin membuat individu lebih rentan terhadap virus, serta faktor risiko yang dapat meningkatkan keparahan dan perkembangannya.

Hal ini telah menghasilkan banyak teori dan laporan tentang hubungan antara COVID-19 dan golongan darah, yang sering menimbulkan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban.

Baca juga: Pemilik Golongan Darah Apa yang Lebih Rentan Terkena Diabetes? Berikut Penjelasannya

Peneliti HMS di Mass General meluncurkan penyelidikan mereka sendiri dengan menggambar pada database besar dari Sistem Riset Data Pasien Mass General Brigham Health Registry.

Populasi penelitian dari 1.289 pasien dewasa bergejala, yang dites positif COVID-19 dan golongan darahnya didokumentasikan, diambil dari lebih dari 7.600 pasien bergejala di lima rumah sakit di wilayah Boston, termasuk Mass General dan Brigham and Women's Hospital, yang dirawat mulai Maret. 6& hingga 16 April tahun ini.

Tidak ada koneksi

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved