Ketua Komisi A DPRD DIY Minta Masyarakat Bijak Bermedsos di Tengah Pandemi Covid-19

Di masa pandemi Covid-19, interaksi melalui dunia maya, termasuk media sosial (medsos) menjadi pilihan utama. Sebab, kehadiran medsos

Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Yuwantoro Winduajie
Warta Parlemen yang disiarkan secara daring oleh Tribun Jogja, Kamis (8/7/2021) 

"Tata cara menggunakan masker misalnya. Dalam perkembangannya dulu hanya dua lapis tapi sekarang jadi lapis tiga agar efektif. Ini hal sederhana tapi penting," paparnya.

Informasi lain, misalnya tata cara dan persyaratan isolasi mandiri di rumah juga tak kalah penting. Informasi tersebut justru sangat dibutuhkan masyarakat karena saat ini lonjakan kasus terkonfirmasi tengah terjadi.

Masyarakat juga memerlukan informasi ketersediaan RS dan selter ketika dirinya merasa sakit. Sehingga data ketersediaan RS dan selter pun harus terus diperbarui secara real time.

"Sehingga masyarakat bisa dapat gambaran yang utuh dan mengetahui apa yang harus dilakuan sesuai dengan informasi yang disampaikan," terangnya.

Dalam situasi darurat seperti saat ini, pemerintah juga dituntut untuk terus menyampaikan informasi secara akurat dan menenangkan. Ini dilakukan untuk mencegah kepanikan di tengah masyarakat. 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY, Rony Primanto Hari menambahkan, media sosial dapat dianalogikan sebagai pedang bermata dua.

Di satu sisi medsos, bisa mempermudah kehidupan masyarakat. Namun jika disalahgunakan mampu menimbulkan kerugian.

Salah satu masalah yang ditimbulkan akibat penyalahgunaan medsos adalah penyebaran berita hoax.

Rony mengungkapkan, hingga saat, Kementerian Informasi dan Komunikasi telah mengidentifikasi dan mengklarifikasi lebih dari 2.700 berita hoax sejak awal pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia.

Adapun 700 diantaranya, merupakan hoax terkait vaksin.

"Penyebaran hoax sangat luar biasa. Oleh karena itu harus kita lawan. Pemerintah sudah coba melawan tapi tanpa partisipasi masyarakat menjadi tidak mungkin. Masyarakat juga perlu berperan aktif menangkal hoax," terangnya.

Untuk menangkal hoax, pihaknya terus berupaya meningkatkan literasi digital masyarakat Yogya. Yakni melalui upaya pembinaan dan sosialisasi.

"Kita juga kerja sama berbagai stakeholder penegak hukum untuk menindak oknum yang ditengarai menyebar hoax," katanya.

Pihaknya juga menyediakan kanal informasi Covid-19 melalui website corona.jogjaprov.go.id yang memberitakan perkembangan kasus positif di DIY.

Media sosial yang dimiliki Diskominfo DIY juga dimanfaatkan untuk menyebarluaskan informasi terkait perkembangan dan upaya penaganan Covid-19.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved