Breaking News:

Aktivitas Gunung Merapi

Merapi Keluarkan Lima Kali Guguran Lava Pijar Sejauh 1,7 Km

Gunung Merapi mengeluarkan lima kali guguran lava pijar ke arah barat daya. Lava pijar ini meluncur dengan jarak maksimal 1,7 km, Selasa (6/7/2021).

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Agus Wahyu
DOK BPPTKG Yogyakarta
ILUSTRASI - Penampakan Gunung Merapi dari PGM Babadan, Sabtu (3/7/2021).. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Gunung Merapi mengeluarkan lima kali guguran lava pijar ke arah barat daya. Lava pijar ini meluncur dengan jarak maksimal 1,7 kilometer (km), Selasa (6/7/2021).

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, menjelaskan, dalam periode pengamatan 6 jam, pukul 00:00-06:00 WIB, Gunung Merapi terlihat jelas, kabut 0-I hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati.

Secara meteorologi, cuaca cerah dan berawan. Angin bertiup kencang ke arah barat laut. Suhu udara 11-21 °C, kelembaban udara 62-89 %, dan tekanan udara 835-871 mmHg.

“Secara kegempaan, gempa guguran tercatat sebanyak 21 kali dengan amplitudo 3-30 mm berdurasi 16-106 detik. Embusan terjadi sebanyak 8 kali dengan ampiltudo 4-20 mm berdurasi 15-30 detik,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (6/7/2021).

Gempa Hybrid/Fase Banyak berjumlah 20 kali beramplitudo 3-24 mm, S-P 0,6-0,9 detik dan durasi 5-11 detik. Vulkanik dangkal berjumlah empat kali dengan amplitudo 18-70 mm dengan durasi 9-14 detik.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya. Area itu mencakup maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Sedangkan, lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

Hanik meminta masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi. Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.

Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (ard)

Selengkapnya baca Tribun Jogja edisi Rabu 7 Juli 2021 halaman 05.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved