Breaking News:

Kabupaten Bantul

Langgar Aturan PPKM Darurat, 3 Hajatan Pernikahan dan Lomba Burung Merpati di Bantul Dibubarkan

Tim Satgas Covid-19 telah membubarkan acara pernikahan pada hari kedua PPKM Darurat atau pada Minggu (4/7/2021).

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Operasi Gabungan Pemantauan dan Penanganan Aduan Pelanggaran Protokol Kesehatan Covid 19, membubarkan hajatan pernikahan di Kabupaten Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM - Selama PPKM Darurat, masyarakat tetap diperbolehkan melakukan hajatan pernikahan, namun acara itu hanya boleh dihadiri sebanyak 30 orang saja dan tetap dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Terkait penegakan aturan tersebut, Tim Satgas Covid-19 telah membubarkan acara pernikahan pada hari kedua PPKM Darurat atau pada Minggu (4/7/2021).

Plt Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Bantul, Hermawan Setiaji mengatakan bahwa Pemkab Bantul telah menggelar kegiatan Operasi Gabungan Pemantauan dan Penanganan Aduan Pelanggaran Protokol Kesehatan Covid 19. 

Kegiatan ini dilakukan berdasarkan Intruksi Bupati No. 17 tahun 2021 tentang PPKM Darurat Kabupaten Bantul untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 ( Covid-19).

Baca juga: Dinkes Bantul Tambah Relawan untuk Tangani Pasien Covid-19

Personel yang dikerahkan berasal dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) selaku Koordinator Bidang Penegakkan Hukum Satgas Covid-19 Kabupaten, Satgas Covid-19 Kapanewon serta bekerjasama dengan TNI/Polri.

Selama operasi tersebut, ditemukan sejumlah pelanggaran yang dilakukan masyarakat, yakni menggelar resepsi pernikahan dengan jumlah tamu undangan lebih dari 30 orang.

"Diberikan sanksi berupa pembubaran kegiatan acara hajatan karena telah melanggar ketentuan waktu yang tercantum dalam surat rekomendasi, dan melanggar ketentuan maksimal jumlah tamu, yaitu 30 orang," ujarnya Senin, (5/7/2021).

Adapun hajatan pernikahan yang dibubarkan, lokasi pertama ada di Kalurahan Patalan, Jetis yang kedua di Padukuhan Jati, Kalurahan Sriharjo, Imogiri dan ketiga di Padukuhan Mandingan, Kalurahan Kebonagung, Imogiri.

"Aduan kedua berupa acara perlombaan burung merpati yang menyebabkan kerumunan sehingga tim melakukan pembubaran terhadap kegiatan tersebut dan diimbau untuk kembali ke rumah masing-masing dan tidak berkerumun.

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19, Pemkab Bantul Siapkan Opsi Pendirian Tenda Darurat

Sementara itu, di sisi lain Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul juga telah menutup sementara Pasar Gatak, di Kalurahan Sembermulyo, Kapanewon Bambanglipuro, Bantul.

Penutupan itu berdasarkan laporan dari Lurah Sumbermulyo terkait banyaknya kasus Covid-19 di lingkungan pasar.

Lurah Sumbermulyo, Ani Widayani menyebutkan bahwa masyarakat di lingkungan sekitar Pasar Gatak banyak yang terkonfirmasi positif covid-19.

Ia merinci, sebanyak 20 orang terkonfirmasi Covid-19 dan dua orang meninggal karena Covid-19.

Berdasarkan laporan tersebut, maka Dinas Perdagangan pun telah memerintahkan kepada pengelola Pasar Gatak untuk melakukan penutupan sementara, dan menghentikan sementara aktivitas perdagangan mulai tanggal 4-8 juli.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved