Wabah Virus Corona

UPDATE Data COVID-19 Hari Ini 3 Juli 2021: Bertambah Lagi 27.913, Jumlah Total Jadi 2.256.851 Kasus

Dari data update virus corona yang disampaikan pemerintah, hari ini kasus baru Covid-19 bertambah lagi 27.913 kasus. 

Editor: Rina Eviana
KOMPAS.COM/(Shutterstock/Petovarga)
Ilustrasi COVID-19 

Tribunjogja.com - Lonjakan kasus baru Covid-19 di Indonesia hingga Sabtu (3/7/2021) masih terjadi.

Dari data update virus corona yang disampaikan pemerintah, hari ini kasus baru Covid-19 bertambah lagi 27.913 kasus. 

Data kasus baru Covid-19 ini merupakan data yang masuk hingga Sabtu pukul 12.00 WIB.

Tangkapan layar video saat para nakes di RSUP dr Sardjito Yogyakarta menyanyikan lagu gugur bunga untuk melepas kepergian Sri Rejeki Handayaningsih (53). Almarhum merupakan salah satu tenaga kesehatan di RSUP dr Sardjito yang gugur setelah terpapar Covid-19.
Tangkapan layar video saat para nakes di RSUP dr Sardjito Yogyakarta menyanyikan lagu gugur bunga untuk melepas kepergian Sri Rejeki Handayaningsih (53). Almarhum merupakan salah satu tenaga kesehatan di RSUP dr Sardjito yang gugur setelah terpapar Covid-19. (KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA)

Penambahan itu menyebabkan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia saat ini mencapai 2.256.851 orang, terhitung sejak diumumkannya pasien pertama pada 2 Maret 2020.

Dari data yang sama, dalam sehari diketahui ada penambahan 13.282 pasien Covid-19 yang sembuh dan dianggap tidak lagi terinfeksi Virus Corona.

Mereka dinyatakan sembuh berdasarkan pemeriksaan dengan metode polymerase chain reaction (PCR) yang memperlihatkan hasil negatif Virus Corona.

Baca juga: Daftar Shelter Karantina Covid-19 di Wilayah DI Yogyakarta

Dengan demikian, total pasien Covid-19 yang sembuh kini mencapai 1.915.147 orang sejak awal pandemi.

Namun, pemerintah juga masih mencatat adanya pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

Pada periode 2-3 Juli 2021, ada 493 pasien Covid-19 yang tutup usia.

Sehingga, angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia mencapai 60.023 orang.

Dengan data tersebut, maka kasus aktif Covid-19 di Indonesia kini ada 281.677 orang. Mereka adalah pasien yang masih menjalani perawatan atau isolasi mandiri.

Selain kasus positif, diketahui ada 133.189 orang yang saat ini berstatus suspek terkait penularan Virus Corona.

RS Darurat di Sleman

Wakapolres Metro Jakarta Selatan, AKBP Antonius Agus Rahmanto bersama warga Jagakarsa yang terpapar Covid-19 tiba di Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Minggu, Kamis (25/6/2021).
Ilustrasi: Wakapolres Metro Jakarta Selatan, AKBP Antonius Agus Rahmanto bersama warga Jagakarsa yang terpapar Covid-19 tiba di Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Minggu, Kamis (25/6/2021). (Dok. Polres Metro Jakarta Selatan)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menyiapkan rumah sakit (RS) darurat untuk pasien Covid-19.

RS darurat tersebut akan ditempatkan di RS Medika Respati, Jalan Raya Tajem, Maguwoharjo, Depok, Sleman.

“Kita tahu, di Sleman pasien Covid-19 membludak. Maka, kami bentuk RS darurat ini untuk mereka yang mengalami gejala ringan-sedang,” ungkap Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo saat meninjau RS, Sabtu (3/7/2021).

Baca juga: BPBD Sleman Bisa Makamkan hingga 34 Orang dalam Sehari, Tepis Hoax Penumpukan Jenazah

Dia menjelaskan, RS darurat memiliki kuota 50 orang dan diharapkan justru tidak sempat digunakan.

“Nanti, di sini ada 25 perawat dan 5 dokter. Tempat tidur sudah ada. Kami ambil dari RSUD Sleman yang masih layak dan diperbaiki,” kata Kustini.

Lebih lanjut, terkait bed, Kustini menyatakan Pemkab Sleman siap melakukan pengadaan tempat tidur untuk RS darurat apabila kurang.

Pihaknya berencana membeli tempat tidur berjumlah 100 dari MAK, perusahaan penyedia perlengkapan rumah sakit yang berproduksi di Kalasan.

“MAK juga berjanji akan membantu 50 persen. Jadi, kami beli tempat tidur dan hanya membayar setengahnya,” tambah Kustini.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa yang ikut dalam peninjauan RS darurat menambahkan, rencananya RS dioperasikan pada 12 Juli 2021 mendatang.

Baca juga: LIGA ITALIA: Dikaitkan dengan Inter Milan, Juan Musso Gabung Atalanta

Sebab, ada beberapa hal yang harus direnovasi terkait kelayakan rumah sakit.

“Bisa kita lihat, tadi masih ada eternit yang masih bolong. Kami perbaiki dulu, biar layak,” jelasnya.

Dia juga berharap, RS darurat tidak akan penuh ditempati.

“Artinya, kita bisa menekan penyebaran Virus Corona. Semoga ini tidak penuh ditempati,” tandasnya. (Tribunjogja/ard, Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved