Breaking News:

Warga Klaten Diminta Sabtu-Minggu di Rumah Saja, Ini Alasannya

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten mengajak warganya untuk tetap di rumah setiap Sabtu dan Minggu. Hal itu menyusul meningkatnya kasus COVID-19

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Almurfi Syofyan
Sejumlah kendaraan melintas di Jalan Pemuda, depan Komplek Perkantoran Pemkab Klaten, Jumat (2/7/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten mengajak warganya untuk tetap di rumah setiap Sabtu dan Minggu.

Hal itu menyusul meningkatnya kasus COVID-19 di daerah itu dalam beberapa hari waktu terakhir.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan rilis Satgas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Klaten Kamis (1/7/2021) menyebutkan terjadi penambahan  penularan COVID-19 sebesar 658 kasus sedang 110 kasus dinyatakan sembuh.

Baca juga: Kisah 3 Wayang Pemberian Ki Manteb Sudarsono Kepada Ki Gading Pawukir Sebagai Tanda Cinta

Sedangkan jumlah yang menjalani perawatan dan isolasi mandiri menjadi 4.747 kasus dan 838 kasus meninggal dunia.

Total kasus yang terkonfirmasi COVID-19 di Kabupaten Klaten menjadi 15.744 kasus dan 10.159 kasus lainnya dinyatakan sembuh.

Adapun, status Klaten saat ini masih dinyatakan sebagai zona merah atau resiko tinggi penularan COVID-19.

"Himbauan untuk Sabtu-Minggu di rumah saja sudah digerakan. Himbauan itu mulai Sabtu besok dan berjalan selama Klaten zona merah," ujar Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Klaten, Ronny Roekmito saat Tribunjogja.com temui di Pemkab Klaten, Jumat (2/7/2021).

Ia mengatakan, gerakan tersebut lebih kepada himbauan dan meminta masyarakat Klaten untuk mematuhi dan mengurangi mobilitas setiap akhir pekan.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Klaten Amin Mustofa menjelaskan kondisi Klaten terkait COVID-19 sedang tidak baik-baik saja. Hal ini tidak bisa diatasi pemerintah tanpa dukungan masyarakat.

Baca juga: Begini Resep Membuat Manisan Kolang-kaling Segar Anti-Gagal

"Masyarakat diminta bisa memahami kebijakan pemerintah. Klaten jam songo ora lungo, bahkan kini dipersempit menjadi mulai jam 20.00 WIB agar warga beraktifitas di rumah saja. Apalagi weekend lebih baik di rumah saja. Harap warga patuh agar kondisi sulit ini cepat terkendali," terang Amin Mustofa.

Ia menjelaskan, media sosial organisasi perangkat daerah juga dikerahkan untuk memposting pesan Sabtu Minggu di rumah saja agar bisa serempak dan serentak.

"Kami minta kepala OPD juga memperhatikan pesan media sosial dan mengoptimalkan adminnya masing-masing. Sederhana saja sebetulnya. Tapi memang hal ini butuh sensitivitas bersama untuk membaca kondisi dan pandai menyikapi keadaan," tandasnya. (Mur)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved