Breaking News:

PPKM Darurat, Wakil Wali Kota Yogyakarta: Operasi Kemanusiaan Penyelamatan Warga

PPKM Darurat secara resmi digulirkan di seluruh wilayah Kota Yogyakarta per Sabtu (3/6/2021). Warga masyarakat pun diminta mematuhi deretan aturan

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - PPKM Darurat secara resmi digulirkan di seluruh wilayah Kota Yogyakarta per Sabtu (3/6/2021).

Warga masyarakat pun diminta mematuhi deretan aturan, beserta pembatasan yang diterapkan hingga 20 Juli 2021 mendatang.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menuturkan, selaras hasil rapat koordinasi bersama Gubernur Sri Sultan Hamengku Buwono X, Jumat (2/6/2021), pihaknya pun telah mengantongi petunjuk teknis penerapan PPKM Darurat.

Baca juga: PPKM Darurat, Aktivitas Malioboro Dibatasi, Seluruh Obyek Wisata di Bantul Tutup

"Jadi, kita siap melaksanakan PPKM Darurat, karena semua ketentuan mana yang harus tutup, mana yang tetap buka, mana yang dubatasi jumlah, serta mana yang dilakukan secara daring, itu sudah jelas semuanya," tandasnya.

"Akan kita koordinasikan dengan Forkopimda dan seluruh OPD terkait pelaksanaanya mulai besok. Jadi, ini langsung dilaksanakan secara penuh, sesuai dengan aturan, maupun ketentuan menyangkut PPKM Darurat," tambah Heroe.

Ia mengatakan, lewat PPKM Darurat, Pemkot menjadikan kesehatan sebagai prioritas.

Pasalnya, pertumbuhan kasus COVID-19 di wilayahnya semakin meningkat, dan sumber penularannya pun saat ini sangat sulit untuk dilacak.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Strategi Pemulihan Ekonomi Nasional untuk Tekan Dampak Covid19

"Semakin tidak dikenal dari mana sumbernya. Itu artinya, banyak orang sehat terpapar, sehingga kita harus menjaga agar orang yang berisiko tidak tertular, ya," cetusnya.

Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Kota Yogya tersebut berujar, PPKM Darurat menjadi semacam operasi kemanusiaan untuk menyelamatkan seluruh warga. Oleh karena itu, ia berharap, masyarakat bisa makin disiplin.

"Selama 17 hari kedepan, di rumah saja lebih baik. Kita semua mencoba memulihkan mondisi, dan menurunkan kasus. Semoga, kesehatan dapat tertangani dan perlahan memulihkan perekonomian juga," pungkasnya. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved