PPKM Darurat, Aktivitas Malioboro Dibatasi, Seluruh Obyek Wisata di Bantul Tutup

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi memasitkan bahwa akses jalan untuk memasuki kawasan Malioboro tak akan ditutup sepanjang pemberlakuan PPKM

Tayang:
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Kurniatul Hidayah
Tribunjogja.com
Jalur jalan menuju kawasan Malioboro 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi memasitkan bahwa akses jalan untuk memasuki kawasan Malioboro tak akan ditutup sepanjang pemberlakuan PPKM Darurat.

Hanya saja, seluruh aktivitas ekonomi di kawasan itu akan dibalas sesuai dengan aturan yang berlaku.

Misalnya, pelaku usaha yang bergerak di sektor esensial atau hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat diizinkan untuk berjualan hingga pukul 20.00 malam.

Baca juga: PPKM Darurat, Masjid Gedhe Kauman Hanya Dibuka untuk Warga Setempat

Sedangkan yang tak berkaitan dengan hal tersebut, diminta tak berjualan untuk sementara waktu.

"Yang tidak memenuhi kebutuhan sehari-hari maka dia harus tutup, tetapi yang berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari dia tidak boleh melayani secara langsung. Untuk (toko) kelontong dan sebagainya kan sudah ada aturannya sampai pukul delapan malam," terang Heroe di Kompleks Kepatihan, Jumat (2/7/2021).

Lebih jauh, untuk pusat perbelanjaan seperti Mall Malioboro nantinya akan dilakukan penutupan.

Terkait rumah makan, mereka diizinkan untuk berjualan dengan menerapkan protokol kesehatan. 

Namun pengelola tak diizinkan untuk membuka layanan makan di tempat.

Jika ada tempat makan yang berada di dalam mall, keputusan untuk boleh dan tidaknya berjualan akan bergantung dengan kesepakatan antara pihak mall dan pemilik restoran.

"Perkara di dalamnya ada warung makannya nanti tergantung kesepakatan antara pemilik mall. Kalau mall ditutup kesepakatan pemilik dan tenant-nya saja," ungkapnya.

Sementera Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih memastikan bahwa seluruh objek wisata di Kabupaten Bantul akan ditutup selama pemberlakuan PPKM Darurat.

"Pantai tutup. Termasuk desa wisata. Tidak ada pilihan lain, kita ingin segera pandemi ini tertangani," ungkapnya.

Untuk memastikan tak ada warga yang berwisata, pihaknya akan mengadakan penyekatan akses jalan menuju tempat wisata. Misalnya pada ruas jalan ke kawasan pantai.

Baca juga: Pasien Covid-19 Menumpuk dan Nakes Bertumbangan, Pelayanan IGD di RSUD Wates Ditutup Sementara

"Kita blokade pintu masuk Parangtritis. Bisa 24 jam atau di jam-jam tertentu yang kemungkinan pengunjung akan datang," jelasnya.

Disinggung apakah pelaku wisata terdampak akan mendapat bantuan, Halim belum bisa memberi kepastian.

Namun, pemerintah pusat menjanjikan penyaluran bantuan sosial selama pemberlakuan PPKM kali ini.

"Pemerintah pusat akan menyediakan BLT. Tapi kita belum dapat informasi yang cukup, besarannya dan kepada siapa BLT (disalurkan)," paparnya. (tro)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved