PENTING! Ini Penjelasan Lengkap Dokter Kapan Sebaiknya Seseorang Harus Swab Antigen dan PCR Covid-19
Kapan sebaiknya seseorang bergejala atau tak bergejala namun kontak erat dengan seseorang yang dinyatakan positif Covid harus swab antigen atau PCR
Tribunjogja.com - Sejak kasus Covid-19 di Indonesia kembali meroket, banyak warga yang melakukan swab antigen maupun PCR di tempat layanan kesehatan.
Masyarakat yang merasa punya gejala atau kontak erat dengan pasien yang dinyatakan positif Covid-19 banyak yang melakukan tes swab antigen maupun PCR.
Namun, masih banyak yang bingung kapan sebaiknya seseorang yang bergejala atau tak bergejala namun kontak erat dengan seseorang yang dinyatakan positif Covid-19 harus melakukan tes antigen atau PCR.

Tes Covid-19 penting dilakukan untuk mendeteksi infeksi Virus Corona pada orang yang merasakan gejala Covid-19, atau melakukan kontak erat dengan orang yang positif Covid-19.
Tes antigen dapat mendeteksi protein spesifik dari Virus Corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.
Sementara tes PCR mampu mendeteksi materi genetik Virus Corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.
Simak penjelasan dokter terkait prinsip pemeriksaan Covid-19 dengan antigen dan PCR serta kapan sebaiknya tes antigen dan PCR berikut.
Baca juga: CATAT! Inilah Gejala-gejala Covid Varian Delta pada Anak Muda, Orang Dewasa Hingga Anak-anak
Prinsip pemeriksaan Covid-19 dengan antigen dan PCR
Dilansir dari Kompas.com, ahli patologi klinik dari Universitas Sebelas Maret (UNS), dr. Tonang Dwi Ardyanto, Sp.PK, PhD, FISQua menjelaskan, pemeriksaan Covid-19 paling baik dilakukan saat virus sudah terdeteksi.
“Tes bisa mendeteksi virus saat jumlahnya melebihi limit of detection atau LoD [ambang batas deteksi]. Bila masih di bawah LoD, maka tes tidak bisa mendeteksi penyakit walaupun ada virusnya,” jelas Tonang, kepada Kompas.com, Jumat (25/6/2021).
Lebih lanjut Tonang menyampaikan, LoD tes PCR lebih rendah ketimbang LoD tes antigen.
Di awal infeksi, PCR rata-rata mulai dapat mendeteksi penyakit pada hari ketiga setelah kontak dengan biang Covid-19.
Sedangkan tes antigen rata-rata mulai terdeteksi beberapa jam sampai satu hari setelah PCR mulai terdeteksi, atau 3-4 hari setelah kontak dengan virus corona.
Sementara itu, gejala Covid-19 rata-rata mulai muncul pada hari kelima. Saat itu, juga jumlah virus mencapai puncaknya.
“Maka pada hari ke 5-7 itulah akurasi PCR paling tinggi. Saat itu juga, tes antigen sangat akurat,” jelas Tonang.
Setelah mencapai jumlah puncaknya, jumlah virus akan menurun. Ketika mencapai ambang batas LoD antigen, maka hasil tes Covid-19 negatif. Biasanya terjadi sekitar 5-7 hari setelah gejala.