Jumlah Lulusan SD Lebih Sedikit Dibanding Daya Tampung, 9 SMP di Kulon Progo Kekurangan Siswa

Sebanyak sembilan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Kulon Progo masih kekurangan siswa usai penerimaan peserta didik baru (PPDB)

dok.istimewa
ilustrasi berita pendidikan 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Sebanyak sembilan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Kulon Progo masih kekurangan siswa usai penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2021/2022.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kulon Progo, Arif Prastowo mengatakan penyebabnya karena jumlah siswa lulusan SD lebih sedikit dibandingkan daya tampung di SMP. 

"Sehingga selalu kekurangan siswa. Di tahun sebelumnya juga pernah terjadi juga karena jumlah lulusan siswa kelas VI SD lebih sedikit dari daya tampungnya," katanya, Rabu (30/6/2021). 

Baca juga: Rumah Sakit di Gunungkidul Menanti Pelunasan Klaim Penanganan COVID-19

Ia merinci sejumlah SMP itu diantaranya SMP N 4 Pengasih kekurangan 21 siswa, SMP N 2 Samigaluh kekurangan 52 siswa, SMP N 3 Samigaluh ada 69 siswa, SMP N 1 Girimulyo ada 44 siswa, SMP N 2 Girimulyo ada 4 siswa, SMP N 3 Girimulyo ada 93 siswa dan SMP N 4 Girimulyo ada 28 siswa. 

Kemudian di SMP N 2 Kokap ada 34 siswa dan SMP N 3 Kokap ada 22 siswa. 

Adapun daya tampung SMP ada 4.576 siswa sedangkan jumlah siswa yang diterima ada 4.209 siswa dari berbagai jalur. 

Baca juga: Pemkot Magelang Minta Rumah Sakit Swasta Sediakan Fasilitas untuk Pasien Covid-19

Dengan rincian jalur ABK ada 64 siswa, jalur zonasi ada 2.704 siswa, jalur prestasi ada 715 siswa, jalur perpindahan orangtua ada 62 siswa dan jalur afirmasi ada 664 siswa. 

Lebih lanjut Kepala Bidang Pembinaan SMP, Disdikpora Kulon Progo, Jujur Santosa mengatakan penyebab kekurangan siswa seperti di SMP yang ada di wilayah Girimulyo karena ada MTs baru yang berada di perbatasan Purworejo dan Kulon Progo

"Sebelum ada sekolah baru itu, SMP di Girimulyo penuh. Namun setelah ada sekolah baru itu jadi tidak penuh. Sehingga siswa yang berdomisili di Purworejo lebih memilih sekolah yang dekat dengan rumahnya," ucapnya. (scp) 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved