Perbedaan Antara Psikopat dan Sosiopat, Mungkin Diderita Orang Sekitar Anda

Orang-orang yang sosiopat atau psikopat adalah mereka yang menunjukkan karakteristik gangguan kepribadian antisosial (APD)

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
net
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Banyak orang yang menggunakan istilah sosiopat untuk melabeli seseorang yang seringkali bertindak sewenang-wenang dan tanpa hati nurani. Mereka dicap sebagai orang yang layak dibenci karena kerap mengabaikan hak dan perasaan orang lain.

Sementara psikopat lebih sering digunakan untuk menggambarkan seorang sosiopat yang lebih berbahaya lantaran kerap kali dihubungkan dengan kekejaman semisal pembunuhan.

Dari perspektif klinis, orang-orang yang sosiopat atau psikopat adalah mereka yang menunjukkan karakteristik gangguan kepribadian antisosial (APD), ditandai dengan mengabaikan hak dan/atau perasaan orang lain.

Baca juga: 6 Tanda Bahwa Anda Berpacaran dengan Seorang Psikopat

Sementara istilah "sosiopat" dan "psikopat" sering digunakan secara bergantian, masing-masing memiliki garis perbedaan yang jelas yang dapat dijelaskan secara luas.

Perbedaan Sosiopat dan Psikopat

Psikopat diklasifikasikan sebagai orang dengan sedikit atau tanpa hati nurani, sedangkan sosiopat memiliki kemampuan yang terbatas, meskipun lemah, untuk merasakan empati dan penyesalan.

Psikopat dapat dan memang mengikuti konvensi sosial ketika itu sesuai dengan kebutuhan mereka.

Tapi bagi sosiopat lebih mungkin untuk lepas kendali dan bereaksi keras setiap kali mereka dihadapkan pada konsekuensi dari tindakan mereka.

Baca juga: Penting! Gejala Psikopat Bisa Dikenali Sejak Usia Tiga Tahun

Ciri-ciri Sosiopat

  • Tidak memperdulikan perasaan orang lain.
  • Berperilaku dengan cara yang keras kepala dan impulsif
  • Kerap meluapkan amarah
  • Menyadari apa yang mereka lakukan salah, namun kemudian merasionalisasikannya
  • Tidak dapat mempertahankan pekerjaan tetap dan kehidupan keluarga
  • Dapat membentuk ikatan emosional, tetapi sulit

Ciri-ciri Psikopat

  • Pura-pura peduli
  • Menampilkan perilaku berhati dingin
  • Gagal mengenali kesusahan orang lain
  • Memiliki hubungan yang dangkal dan palsu
  • Sering kali berpura-pura dalam kehidupan normal untuk melakukan aksi kriminal
  • Gagal membentuk keterikatan emosional yang tulus
  • Mencintai orang dengan caranya sendiri

Baca juga: Waspada! Ini 9 Ciri-ciri Seorang Psikopat

Willem H.J. Martens berpendapat dalam artikelnya yang berjudul "The Hidden Suffering of the Psychopath" bahwa psikopat terkadang menderita rasa sakit emosional dan kesepian.

Sebagian besar menjalani kehidupan yang penuh luka dan memiliki ketidakmampuan untuk mempercayai orang, tetapi seperti setiap manusia lainnya, mereka juga ingin dicintai dan diterima.

Namun, perilaku mereka sendiri membuat ini sangat sulit, jika bukan tidak mungkin, dan sebagian besar menyadari hal ini.

Beberapa merasa sedih dengan tindakan yang tidak dapat mereka kendalikan karena mereka tahu itu semakin mengisolasi mereka dari orang lain.

Praktik kekerasan

Meskipun umum untuk menganggap sosiopat dan psikopat sebagai sesuatu yang berbahaya secara inheren, ini lebih merupakan konstruksi drama TV daripada cerminan sebenarnya dari gangguan tersebut.

Kekerasan, meskipun mungkin, bukanlah karakteristik yang melekat pada sosiopati atau psikopati.

Dengan demikian, orang-orang dengan APD akan sering melakukan upaya luar biasa untuk memanipulasi orang lain, apakah itu untuk memikat, melucuti senjata, atau menakut-nakuti mereka, untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Ketika psikopat menjadi kejam, seperti dalam kasus Jeffrey Dahmer, mereka cenderung melukai diri sendiri seperti orang lain. (*/Very Well Mind)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved