Breaking News:

KONI DIY Ingin Atlet Sambo Fokus pada Satu Cabor Saja

Pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua bulan Oktober mendatang, cabang olahraga (cabor) sambo akan menjadi salah satu yang dipilih sebagai cabor

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
Humas KONI DIY
Cabor sambo saat Porda DIY, Minggu (20/6/2021) lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua bulan Oktober mendatang, cabang olahraga (cabor) sambo akan menjadi salah satu yang dipilih sebagai cabor eksebisi.

Lalu, empat tahun kemudian Sambo akan menjadi cabor yang akan dipertandingkan secara resmi pada PON XXI Aceh-Sumut 2024. 

Cabor ini berbasis pada olahraga bela diri seperti judo, taekwondo, gulat, dan beberapa lainnya. Ketua Bidang (Kabid) Pembinaan Organisasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Daerah Istimewa Yogyakarta DIY) Nolik Maryono, melihat beberapa atlet sambo DIY datang dari kalangan bela diri di luar sambo.

Maka dari itu, Nolik menginginkan atlet sambo DIY untuk fokus pada satu cabor bela diri guna pembinaan olahraga prestasi yang maksimal.

Baca juga: Pasien Covid-19 Melonjak, IGD RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Sempat Ditutup Selama Dua Hari

"Sambo yang basicnya merupakan olahraga dari Rusia ini, dan hampir sejenis dengan bela diri judo, gulat, serta kurash, harapan kami yang utama kepada seluruh atlet kalau sudah terjun di sambo maka sebaiknya fokus dan tekuni sambo saja. Jangan kemudian jadi atlet sambo, atlet judo, lalu kurash, sehingga saat ada kejuaraan multi event, atlet akan bingung nantinya," ujar Nolik, Senin (28/6/2021).

Dengan demikian pembinaan atlet pun dapat dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan, sehingga diharapkan dapat meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional. 

Di sisi lain cabor sambo akan dipertandingkan pada event Pekan Olahraga Daerah (Porda) XVI DIY Tahun 2022. Hal ini menyusul cabor yang berada di bawah naungan Persambi DIY telah diterima menjadi anggota KONI DIY dalam Rapat Kerja KONI DIY Tahun 2022.

Beberapa syaratnya, Persambi harus sejumlah rangkaian administrasi, seperti minimal satu kali pernah melaksanakan kejuaraan daerah (kejurda), memiliki minimal tiga pengurus kabupaten (pengkab) / pengurus kota (pengkot), kesekretariatan, 

Selanjutnya ada Surat Keputusan Pengurus Daerah Persatuan Sambo Indonesia (SK Pengda Persambi) DIY dari Persambi Pusat, maupun SK Persambi Pusat, hingga Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Persambi.

"Berharap melalui ajang kejurda lahir atlet sambo di DIY yang nanti bisa mewakili dalam ekshibisi PON XX Papua. Tidak kalah penting juga di PON XXI Aceh-Sumut 2024, semoga Pengda Persambi DIY bisa persiapkan atletnya untuk ikut itu dan Babak Kualifikasi PON 1 tahun sebelumnya, sehingga harapan bisa lolos dan pulang bawa medali," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved