Yogyakarta
Dispar DI Yogyakarta Kaji Regulasi Penutupan Tempat Wisata
Sembilan candi dan dua situs sejarah yang berada di wilayah Sleman dan sejumlah destinasi di Keraton Yogyakarta memilih tutup beroperasi.
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sejumlah objek wisata di DIY memilih tutup untuk mencegah penularan Covid-19 secara lebih meluas.
Diantaranya adalah sembilan candi dan dua situs sejarah yang berada di wilayah Sleman dan sejumlah destinasi di Keraton Yogyakarta.
Pemerintah kabupaten Bantul juga memutuskan untuk menutup tujuh destinasi wisata selama dua hari tiap akhir pekan.
"Museum-museum di DIY juga cukup banyak yang tidak menerima kunjungan," terang Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharja kepada wartawan, Senin (28/6/2021).
Baca juga: Kasus Covid-19 di DIY Masih Tinggi, Wisata Keraton Yogyakarta Ditutup Selama Satu Pekan
Saat ini pihaknya tengah mematangkan regulasi yang mengatur tentnag ketentuan dalam menutup tempat wisata.
Dalam kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro sebenarnya telah mengatur bahwa RT dengan risiko penularan tinggi atau zona merah untuk menghentikan segala aktivitasnya termasuk kegiatan pariwisata.
Namun rumus untuk menentukan tingkat risiko penularan terdapat dua versi yang bebeda.
Yakni versi yang dirumuskan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui aturan PPKM mikro serta perhitungan yang dibuat Satgas Penanganan Covid-19 Nasional.
Menurut data yang dirilis Satgas Covid-19 Nasional, di DI Yogyakarta, zona merah tersebar di Gunungkidul, Kota Yogyakarta, Bantul, dan Sleman. Adapun Kulon Progo termasuk dalam zona oranye.
Jika mengacu peta zonasi tersebut, maka seluruh destinasi yang ada di empat kabupaten/kota tersebut pun harus ditutup.
"Kalau sekarang ini ada dua peta zonasi yang ada. Saat ini sedang melakukan komunikasi dengan kabupaten kota. Merumuskan untuk pakai zona dari pemerintah pusat atau mix pemerintah pusat dan PPKM mikro. Ini akan kami sedang diskusi dan dalam waktu dekat akan ditentukan," jelasnya.
Baca juga: Kasus Covid-19 Masih Tinggi, BPCB DIY Menutup Akses Wisata ke Candi Hingga 2 Juli 2021
Menurut Singgih, saat ini hanya Gunungkidul dan Kulon Progo yang belum melakukan penutupan objek wisata. Namun dia memastikan bahwa pengelola destinasi wisata telah menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Singgih melanjutkan, saat ini tingkat kunjungan wisatawan ke DIY telah menurun signifikan.
Hal itu terpantau sejak dua hingga tiga pekan lalu.
Singgih menduga masyarakat khawatir berwisata akibat lonjakan kasus positif yang terjadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/singgih-raharjo-kepala-dinas-pariwisata-diy.jpg)