Rekomendasi Terbaru Satgas Covid-19 dan CDC: Mulai Sekarang Pakailah Masker Dobel!
Untuk mencegah penularan varian Delta yang disebut lebih menular perlukah pakai masker dobel?
Selain itu, masker medis yang digunakan dengan menyilangkan talinya pada telinga serta memasukkan lipatan masker ke bagian dalam bisa juga menghalau 77 persen partikel dari simulasi batuk yang dilakukan pada penelitian tersebut.
Saran penggunaan

Hasil dari penelitian di laboratorium itu bisa kita gunakan untuk mencegah penyebaran virus SARS-CoV- 2. Namun, Anda tetap harus memperhatikan bahwa kedua masker yang digunakan tersebut harus rutin diganti setidaknya 6 jam sekali atau setiap masker mulai basah.
Anda juga perlu menyadari bahwa pada sebagian orang mungkin angka efektivitas double masking lebih rendah. Ini banyak terjadi pada pria yang memiliki jambang dan jenggot sehingga masker tidak menempel sempurna pada permukaan kulit wajah.
Pada pria yang memiliki jenggot atau jambang disarankan untuk mencukurnya atau memotongnya lebih pendek agar masker bisa menempel sedekat mungkin dengan kulit.
Selain itu, pilihlah masker dengan kawat pada bagian hidung. Lalu, bengkokkan kawat agar bisa beradaptasi dengan anatomi hidung untuk mencegah kebocoran pada bagian hidung.
Baca juga: Sinovac dan Pfizer Akan Digunakan untuk Vaksinasi Covid-19 bagi Anak-anak
Kenapa harus double masking?
Beberapa bulan terakhir, virus SARS-CoV-2 banyak bermutasi dan salah satunya adalah varian delta.
Varian ini disebut lebih mudah menular dibandingkan dengan varian lainnya. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa efektivitas double masking mampu filtrasi udara hingga 85,4 persen.
Oleh karena itulah menggunakan dua lapis masker sangat penting untuk membantu mencegah Anda terkena Covid-19. Mulai sekarang biasakan double masking, ya.(Kompas.com)