Pendidikan
Pembelajaran Tatap Muka di Sleman Kemungkinan Besar Ditunda
Pemkab Sleman tidak mau gegabah untuk menggelar Pembelajaran tatap muka.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pembelajaran tatap muka (PTM) bagi murid SD - SMP di Kabupaten Sleman rencananya akan dimulai pada tahun ajaran baru, di pertengahan bulan Juli mendatang.
Namun kebijakan itu saat ini dikaji ulang.
Sebab, laju penularan kasus Coronavirus Disease-2019 ( Covid-19 ) di Bumi Sembada belakangan terus melonjak.
Apalagi Sleman masuk kategori zona merah.
Alhasil, pembelajaran tatap muka kemungkinan besar ditunda.
Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka Ditunda Karena Lonjakan Covid-19, Ini Penjelasan Mendikbud Ristek
"Sekarang masih dikaji terus. Ini kan tinggal dua minggu lagi belajar tatap muka, kalau Covid-19 masih luar biasa seperti ini, ya kemungkinan besar ditunda," kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Ery Widaryana, dihubungi Sabtu (26/6/2021).
Jika melihat instruksi Bupati Sleman terbaru, nomor 16/INSTR/2021, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah, perguruan tinggi, akademi dan pusat pelatihan boleh sesuai dengan pengaturan teknis Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi dengan penerapan protokol kesehatan lebih ketat saat zonasi Kabupaten selain zona merah.
Kemudian, bagi kabupaten zona merah maka melaksanakan pembelajaran secara daring (online).
Menurut Ery, ada wacana zonasi akan dibuat dengan basis Kalurahan.
Di mana sekolah yang berada di Kalurahan zona merah, maka belajar daring.
Baca juga: Kasus Positif Covid-19 Daerah Istimewa Yogyakarta Gagalkan Pembelajaran Tatap Muka
Sementara, sekolah di Kalurahan zona hijau dan kuning diperbolehkan untuk melaksanakan belajar luring.
Namun apabila sekolah tidak siap, maka menurutnya tidak perlu memaksakan untuk tatap muka.
Sebab, laju penularan virus corona di Kabupaten Sleman sedang menggila.
Bahkan, beberapa guru juga dikabarkan terpapar sehingga dirasa cukup berbahaya apabila memaksakan untuk belajar tatap muka.
"Kondisinya Sleman seperti ini, maka kemungkinan besar ditunda," kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kepala-disdik-sleman-12112020.jpg)