Breaking News:

Bupati Klaten Perketat Pelaksanaan PPKM Mikro, Kegiatan Warga Hanya Sampai Pukul 20.00

Bupati Klaten, Sri Mulyani memutuskan untuk memperketat Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro.

Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
Bupati Klaten, Sri Mulyani memutuskan untuk memperketat Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Bupati Klaten, Sri Mulyani memutuskan untuk memperketat Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro.

Hal tersebut sehubungan kurva penyebaran Covid-19 di Klaten masih tinggi.

Dalam rapat penanggulangan penyebaran Covid-19 di Pendapa Kabupaten Klaten, Jumat (25/6/2021), Bupati menyoroti aturan terkait hajatan dan batas kegiatan masyarakat.

Baca juga: Sebanyak 6.663 Anak Terpapar Covid-19 Hingga Juni 2021, IDAI DIY Minta PTM Ditunda

Jika dalam Instruksi Bupati Klaten nomor 3 tahun 2021, batas aktivitas pertokoan hingga kuliner dibatasi hingga pukul 21.00, namun arahan terbarunya kegiatan masyarakat dibatasi hingga pukul 20.00 WIB atau satu jam lebih cepat dari batas jam malam sebelumnya.

Sedangkan untuk hajatan, larangan penyelenggaraan hajatan baik di lingkungan rumah maupun gedung masih berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Hajatan hanya diperbolehkan untuk ijab qabul atau akad nikah dengan ketentuan tamu yang hadir hanya 10 orang.

Pada aturan sebelumnya, ijab qabul masih boleh dihadiri oleh 20 orang tamu dengan ketentuan wajib menyertakan hasil negatif tes antigen 24 jam sebelum acara.

“Aturan perlu disesuaikan lagi dan menyeragamkan aturan yang berlaku untuk wilayah kabupaten/kota se-Solo Raya. Jadi aturan yang sama juga diterapkan di wilayah lain sekitar Kabupaten Klaten,” ungkap Sri Mulyani.

Menurutnya dengan kondisi wilayah saat ini dibutuhkan ketegasan pemerintah daerah dan penegak hukum di wilayah agar aturan yang berlaku dapat dijalankan dengan sebaik mungkin.

Karenanya ia meminta kepada Polres Klaten sebagai penegak hukum untuk ikut andil dalam pengawasan pemberlakukan aturan penanganan Covid-19 di Klaten.

Baca juga: Kisah Mahasiswa Baru UGM Diterima Tanpa Tes, Alfin Syadad Ceritakan Perjuangannya untuk Bisa Sekolah

“Semua harus disiplin. Jangan sampai karena aturan dibatasi sampai 20.00, setelah petugas keliling di wilayah, pukul 22.00 aktivitasnya berlanjut. Karena itu petugas yang mengawasi harus tegas,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Sri Mulyani juga meminta kegiatan Jogo Tonggo untuk kembali digiatkan dan aktif melaporkan perkembangan wilayah secara real time kepada Satgas Penanggulangan Covid-19.

Ia juga meminta setiap kepala desa dan Camat untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar berani jujur saat tracing pasien Covid-19. Hal ini mengingat kondisi penularan yang terjadi saat ini terjadi karena kontak erat.

“Saya berharap masyarakat tidak perlu malu dan takut saat di-tracing. Karena ini penting untuk penanganan Covid-19, jangan sampai karena tidak mengaku justru jadi bom waktu kasus Covid-19 di Klaten,” paparnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved