Melihat Bagaimana Para Relawan Pemakaman Covid di Sleman Menjaga Staminanya

Para relawan pemakaman covid-19 di Kabupaten Sleman menerapkan manejemen Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mengoptimalkan tugas mereka

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Mona Kriesdinar
DOK. BPBD Sleman
ILUSTRASI - Keterangan gambar : proses pemakaman dengan prosedur Covid-19 di Trimulyo, Sleman, Jumat (14/5/2021) malam. 

TRIBUNJOGJA.COM - Akhir-akhir ini terjadi peningkatan jumlah kasus covid-19 di berbagai daerah. Termasuk di antaranya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang selama beberapa hari berturut-turut mencatatkan penambahan kasus positif yang signifikan, dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Rinciannya yaitu pada Minggu (20/6/2021) terjadi penambahan sebanyak 665 kasus, kemudian penambahan kasus positif sebanyak 662 pada Senin (21/6/2021), penambahan signifikan juga terjadi pada hari Selasa 22/6/2021) sebanyak 675 kasus. Penambahan kasus positif terus meningkat pada hari Rabu (23/6/2021) sebanyak 694 kasus serta pada hari Kamis (24/6/2021) kemarin sebanyak 791 kasus.

Tentu saja dengan penambahan jumlah kasus positif, bertambah pula tugas dan tenaga yang harus dikeluarkan oleh para petugas medis dan juga para relawan.

Baca juga: Inilah Penambahan Kasus Corona Yogyakarta Tiga Hari Berturut-turut

Hal itu pula yang dialami para relawan pemakaman pasien covid-19 di Kabupaten Sleman.

Mereka pun menghadapi kondisi yang sama. Meski demikian mereka memastikan tetap siaga dan selalu siap ditugaskan kapan pun dibutuhkan.

Manajemen SDM

Agar pelaksanaan tugasnya bisa dilakukan secara optimal, para relawan pemakaman covid-19 di Sleman ini menerapkan manajemen Sumber Daya Manusia (SDM). Hal itu dilakukan untuk mengelola energi dan stamina serta untuk memastikan semua pasien covid-19 yang meninggal bisa dimakamkan segera. Tentu dengan penerapan protokol kesehatan dan proses pemakaman yang layak.

Salah satu tim yang bertugas adalah dari PMI Sleman.

PMI Sleman merupakan 1 dari 8 tim di Posko Dekontaminasi Kabupaten Sleman yang salah satu tugasnya adalah pemulasaran dan pemakaman jenazah pasien Covid-19.

Sarjuri, tim pemakaman dari PMI Sleman sekaligus staf bidang penanggulangan bencana PMI Sleman mengakui adanya peningkatan kasus kematian pasien Covid-19 memang terasa sekali akhir-akhir ini.  

"Kalau peningkatan memang terasa sekali, sebelumnya paling sehari sekali, dua hari sekali, sekarang hampir tiap hari," ujarnya Rabu (23/6/2021).

Baca juga: Tim Pemakaman Jenazah Covid-19 Harus Menghadapi Kondisi Geografis yang Sulit di Gunungkidul

Ia memaparkan bahwa Tim PMI yang bertugas di Posko Dekontaminasi berjumlah 8 orang, namun demikian setidaknya PMI Sleman memiliki 25 personel yang siap bergantian untuk bertugas di posko.

Dengan demikian, stamina dan fisik anggota pun dapat terukur, ketika ada seseorang yang terlihat letih, maka akan digantikan oleh personel lain.

Penjadwalan pun dilakukan agar seluruh personel bisa melakukan pelayanan dan setelah itu ada waktu untuk beristirahat sebelum akhirnya bertugas kembali.

"Kami kan sudah satu tahun lebih dalam kondisi ini. Pertama-tama memang personel PMI saja yang melakukan memakamkan, tapi sekarang timnya tidak hanya dari PMI dan sudah ada satgas di Kabupaten yang melakukan koordinasi," ungkapnya.  

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved