Breaking News:

DPRD Kota Yogyakarta Menyapa, Ketua RT dan RW Mengadu Minta 'Marwahnya' Dikembalikan

Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 96 Tahun 2018 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil yang meniadakan

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Azka Ramadhan
Suasana agenda DPRD Kota Yogya Menyapa di kantor sekretariat setempat, Kamis (25/6/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 96 Tahun 2018 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil yang meniadakan aturan soal surat pengantar untuk mengurus administrasi dikeluhkan oleh para Ketua RT dan RW di Kota Yogyakarta.

Hal tersebut mencuat dalam agenda 'DPRD Kota Yogyakarta Menyapa', yang menghadirkan perwakilan Ketua RT, RW, dan LPMK, di kantor sekretariat setempat, Jumat (25/6/2021).

Dari kalangan legislatif hadir Ketua DPRD Kota Yogyakarta Danang Rudiyatmoko, Ketua Komisi A Dwi Chandra Putra dan anggota.

Baca juga: Rubrik Otomotif Gaspol 52: Gazgas Gorilla Motor Mini Lucu Imut dan Menggemaskan

Salah satu Ketua RT di Kelurahan Prawirodirjan, Kecamatan Gondomanan, Suwarjono mengatakan, Perpres Nomor 96 Tahun 2018 dinilai menimbulkan jarak antara penduduk, dengan pengurus kampung.

Bahkan, lebih parah lagi, membuat marwah RT dan RW pun hilang.

"Pas Pemilu, kita jadi KPPS, bertanya-tanya, ini orang mana sih? Kok nyoblosnya di sini. Tolong lah, perihal administrasi kependudukan itu, tetap pertahankan marwah RT dan RW. Jangan terus disamakan dengan Jakarta, dengan pusat. Yogya ini kan daerah istimewa," katanya.

Fenomena itu pun semakin lengkap seiring digulirkannya layanan kependudukan lewat aplikasi terpadu Jogja Smart Service (JSS) yang digadang-gadang sebagai 'Balai Kota di dunia maya'.

Ia menuturkan, silaturahmi antara warga, dengan Ketua RT dan RW kini mengendur.

"Sekarang ini, RT dan RW cuma seperti menjadi pelengkap derita saja. Kalau seperti ini, bagaimana mau kaderisasi, semakin tidak mungkin lah itu," ucapnya.

"Seperti kebo plonga-plongo, warga tidak lagi laporan, ya, datang begitu saja, kita tidak bisa memantau. Bahkan, saat ini banyak yang tidak kenal ketua RT dan RW-nya, masuk tanpa kulonuwun," timpal Ketua RT lain.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved