Breaking News:

Desa di Lereng Gunung Merapi Diguyur Hujan Abu, BPBD Klaten: Masih Terpantau Kondusif

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, Jawa Tengah memastikan jika desa-desa yang mengalami hujan abu di lereng

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Almurfi Syofyan
Seorang warga Dukuh Pajegan, Desa Tegalmulyo, Kabupaten Klaten menyemprot tanamannya agar tidak layu setelah diguyur hujan abu, Jumat (25/6/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, Jawa Tengah memastikan jika desa-desa yang mengalami hujan abu di lereng Gunung Merapi kondusif.

Kepala BPBD Klaten Sip Anwar mengatakan jika hujan abu yang melanda hanya terjadi di Desa-desa Kawasan Rawan Bencana (KRB) III yakni Desa Tegalmulyo, Sidorejo dan Balerante.

"Betul tadi pagi ada hujan abu di wilayah Kecamatan Kemalang. Tapi tidak sampai ke selatan, itu di wilayah KRB III saja," ujarnya pada awak media, Jumat (25/6/2021).

Baca juga: UPDATE Covid-19 DI Yogyakarta 25 Juni 2021: Tambah 783 Kasus, 16 Pasien Dilaporkan Meninggal

Menurutnya, aktivitas dari warga yang berada di KRB III Gunung Merapi tersebut juga masih berjalan seperti biasa.

"Alhamdulillah kondusif, aktivitas masyarakat masih seperti biasa. Masyarakat tidak terganggu, hujan abunya kan cuma sebentar saja," katanya.

Ia mengatakan, jika keadaan memburuk, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk mengevakuasi warga ke Tempat Evakuasi Sementara (TES).

Seorang warga Dukuh Pajegan, Desa Tegalmulyo, Kabupaten Klaten menyemprot tanamannya agar tidak layu setelah diguyur hujan abu, Jumat (25/6/2021).
Seorang warga Dukuh Pajegan, Desa Tegalmulyo, Kabupaten Klaten menyemprot tanamannya agar tidak layu setelah diguyur hujan abu, Jumat (25/6/2021). (TRIBUNJOGJA/ Almurfi Syofyan)

"Tiga tempat evakuasi di masing-masing desa Balerante, Sidorejo dan Tegalmulyo masih ready ya.
Tempat evaksuasi juga sudah kita sekat yang sesuai prokes COVID-19," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tegalmulyo, Sutarno mengatakan terdapat 8 RT yang dilanda hujan abu pada Jumat pagi.

Baca juga: Polda DIY Salurkan 1.600 Paket Sembako ke Masyarakat yang Terdampak Covid-19

"Delapan RT itu tersebar di dukuh Pajegan, Canguk, Grintingan, Jamuran, Sumur, Ngringin, Girpasang dan Gedongijo," ucapnya.

Menurut Sutarno, selaku Pemerintah Desa, pihaknya tetap memantau situasi di dukuh yang berada radius 4 hingga 5 kilometer dari puncak merapi tersebut.

"Kalau ada erupsi dan membahayakan akan kita minta untuk evakuasi, kalau sekarang keadaan masih normal," imbuhnya. (Mur)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved