Lebih Dari 50 Persen Kasus Kematian COVID-19 di Gunungkidul dari Kelompok Lansia
Angka kematian kasus konfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Gunungkidul terbilang cukup tinggi. Bahkan pada Selasa (22/06/2021)
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Angka kematian kasus konfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Gunungkidul terbilang cukup tinggi. Bahkan pada Selasa (22/06/2021) lalu, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat melaporkan 10 kasus meninggal dunia dalam sehari.
Kepala Dinkes Gunungkidul Dewi Irawaty mengakui belum mengetahui secara pasti apa penyebab utama tingginya kematian. Namun yang pasti terlihat adalah kondisi mereka yang sudah kritis saat datang ke rumah sakit (RS).
"Sebab ada yang datang sudah dalam kondisi (gejala) berat, ada juga yang sebelumnya isolasi mandiri lalu muncul gejala," kata Dewi di kantornya, Rabu (23/06/2021).
Baca juga: Covid-19 Merebak di Instansi Pemkot Yogyakarta, Legislatif: Pelayanan Publik Jangan Terganggu
Secara data, ia menyebut lebih dari 50 persen kasus kematian COVID-19 di Gunungkidul berasal dari kelompok lanjut usia (lansia). Bahkan banyak di antaranya yang tak memiliki penyakit penyerta (komorbid).
Sedangkan secara sebaran, Wonosari paling tinggi untuk kasus kematian dengan 35 kasus, menyusul Playen (27 kasus) dan Karangmojo (23 kasus). Data ini merupakan akumulasi per 22 Juni lalu.
"Memang di wilayah ini yang kasus positifnya terbilang paling banyak," jelas Dewi.
Penyebab lain yang turut berpengaruh pada kematian adalah keterbatasan Tempat Tidur (TT) Kritikal COVID-19. Gunungkidul hanya memiliki 4 TT Kritikal, yaitu 1 di RSUD Wonosari dan 3 di RSUD Saptosari.
Menurut Dewi, penanganan pasien COVID-19 kritis membutuhkan ventilator (alat bantu pernapasan), oksigen, hingga tenaga yang memadai. Namun ketiganya terbilang sangat terbatas.
"Kami akui kekurangannya ada pada fasilitas di TT Kritikal ini," ungkapnya.
Dewi mengatakan pihaknya bisa saja menambah TT Kritikal. Namun hal itu terbilang sulit dilakukan mengingat diperlukan fasilitas pendukung yang sesuai untuk penanganan pasien.
Baca juga: Sebanyak 120 Bhayangkari Polres Magelang Ikuti Vaksinasi Covid-19 secara Massal
Terpisah, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Gunungkidul Iswandoyo menyampaikan pihaknya sudah menangani 147 pemakaman sepanjang 2021 ini. 83 di antaranya adalah konfirmasi positif.
"Lainnya 46 kasus Suspek, 9 Probable, 3 Infeksius, dan 6 Non Infeksius. Itu data sampai hari ini," katanya lewat pesan singkat.
Adapun Dinkes Gunungkidul hari ini melaporkan tambahan 3 kasus meninggal dunia serta 165 kasus konfirmasi positif baru. Sebanyak 16 kasus dinyatakan sembuh hari ini.
Secara kumulatif, Gunungkidul mencatatkan 4.881 kasus konfirmasi positif. Ada 1.326 kasus dalam perawatan, 3.350 kasus sembuh, dan 205 kasus meninggal dunia. (alx)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-update-covid19.jpg)