Breaking News:

PPDB Klaten

PPDB di SMAN 1 Klaten, Belasan Emak-emak Protes Kebijakan Zonasi Khusus

Belasan emak-emak itu memprotes adanya kebijakan zonasi khusus sehingga berdampak kepada pendaftaran anak-anaknya di sistem PPDB online.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUN JOGJA / ALMURFI SYOFYAN
Sejumlah orangtua calon siswa saat mendatangi SMAN 1 Klaten, Selasa (22/6/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Sejumlah emak-emak yang hendak mendaftarkan anaknya mengikuti Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tahun 2021 di SMAN 1 Klaten, ramai-ramai mendatangi sekolah tersebut.

Belasan emak-emak itu memprotes adanya kebijakan zonasi khusus sehingga berdampak kepada pendaftaran anak-anaknya di sistem PPDB online.

Pantauan Tribun Jogja di sekolah yang berada di Kelurahan Gayamprit, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten tersebut sekitar pukul 12.16 WIB, tampak sejumlah emak-emak duduk-duduk di pintu masuk sekolah itu.

Seorang orangtua siswa, Ida Nuraini (46) warga Kelurahan Tonggalan, Kecamatan Klaten Tengah mengaku jika dirinya dengan para orangtua siswa datang ke sekolah itu untuk meminta kejelasan dari adanya zonasi khusus.

"Kita yang di (Kecamatan) Klaten Tengah mendapatkan zonasi khusus. Padahal tempat tinggal kita kurang dari satu kilometer ke sekolah ini," ucapnya saat ditemui awak media di sekolah itu, Selasa (22/6/2021).

Ia mengatakan, pada sistem zonasi khusus tersebut hanya diambil 12 siswa yang bisa mendaftar PPDB online di SMAN 1 Klaten.

"Kami mau sistemnya ini dirubah karena kita kan dekat dengan sekolah kenapa harus di buang sedangkan siswa yang jauh-jauh justru bisa di terima," katanya.

Menurut Ida, dari informasi yang ia dapatkan zonasi khusus tersebut merupakan sistem zona di mana tidak terdapat SMA atau SMK di zona khusus tersebut.

"Zona khusus itu zonasi yang di daerahnya tidak ada SMA atau SMK. Kami minta sistem ini di rubah. Kasihan anak-anak tidak tau sekolah di mana nanti," ucapnya.

Orangtua siswa lainnya, Dwi Wahyuningsih asal Kelurahan Bareng, Kecamatan Klaten Tengah menyebut terdapat hingga 50 siswa yang ada di kecamatan itu yang belum bisa mendaftar ke SMAN 1 Klaten.

"Kita di Klaten Tengah tidak ada SMA, mau ke SMA 1 nggak bisa, SMA 1 juga nggak masuk, SMA 3 juga begitu lewat zonasi dan prestasi juga nggak masuk, lah terus anak kita gimana," katanya.

Ia mengatakan, saat ini pihak SMAN 1 Klaten sedang mengikuti rapat koordinasi di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Jawa Tengah yang membawahi Kabupaten Boyolali, Salatiga dan Klaten.

"Ini kepala sekolah sedang rapat di cabdin Boyolali, kita menunggu keputusannya seperti apa," ucapnya.

Sementara itu, saat hendak dikonfirmasi, Petugas Keamanan (Satpam) sekolah itu menyebut jika Kepala Sekolah SMAN 1 Klaten masih menjalani rapat koordinasi di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Jawa Tengah di Kabupaten Boyolali.

"Pak Kepsek sedang rapat di cabdin Boyolali. Besok saja datang lagi untuk dapatkan informasi lengkapnya seperti apa," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved