Breaking News:

Kabupaten Bantul

Obyek Wisata Bantul Bakal Dibuka Setelah Masa Berlaku Inbup Selesai

Pemerintah Kabupaten Bantul bakal kembali membuka obyek wisata setelah masa berlaku Instruksi Bupati Nomor 15/instr/2021 habis. 

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Pedagang kuliner di Pantai Depok menggelar aksi protes penutupan obyek wisata dengan membawa poster pada Minggu (20/6/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah Kabupaten Bantul bakal kembali membuka obyek wisata. Namun kebijakan tersebut akan diambil setelah masa berlaku Instruksi Bupati Nomor 15/instr/2021 habis yakni sampai 28 Juni mendatang.

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan dengan dibukanya kembali obyek wisata, pihaknya akan melakukan pengawasan ektra ketat.

Pihaknya juga akan melibatkan TNI dan Polri, juga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk melakukan pengawasan protokol kesehatan.

Pihaknya juga membuka opsi buka tutup obyek wisata. Kebijakan tersebut akan diambil jika terjadi kerumunan di obyek wisata tersebut.

"Misanya daya tampung obyek wisata sudah mengundang risiko, maka pintu masuk ditutup. Nanti jika ada lima mobil keluar misalnya, maka lima mobil bisa masuk,"katanya, Selasa (22/06/2021).

Ia mengakui kebijakan buka tutup akan memicu antrian kendaraan, tetapi hal itu dilakukan untuk mengantisipasi penularan COVID-19.

Selain itu juga untuk menjaga agar ekonomi masyarakat tetap berjalan. 

Baca juga: BREAKING NEWS: Putuskan Tetap Tutup Obyek Wisata di Akhir Pekan, Bupati Bantul Minta Warga Bersabar

Baca juga: Pedagang Kuliner di Pantai Depok Minta Obyek Wisata di Bantul Dibuka Kembali

Selain obyek wisata, kebijakan buka tutup juga akan diterapkan di warung makan atau warung di obyek wisata.

Artinya pengelola harus membatasi jumlah pengunjung jika kapasitas tempat sudah tidak memadai. 

"Untuk mengantisipasi penularan COVID-19 dan juga menjaga agar ekonomi tetap berjalan, langkah itu (buka tutup) bisa diambil,"ujarnya. 

Halim berharap masyarakat dapat menaati protokol kesehatan dengan baik.

Menurut dia, wacana lockdown yang disampaikan Sri Sultan Hamengku Buwono X merupakan langkah terakhir.

Sebab pemerintah telah melakukan upaya semaksimal mungkin dalam penanganan COVID-19, baik regulasi maupun anggaran. 

"Ngarso Dalem menyampaikan bahwa lockdown merupakan pilihan terpahit jika tidak ada cara lain menghentikan COVID-19 dan kian tak terkendali.

Itu kenapa Sultan menekankan kedisiplinan menjaga protokol kesehatan. Termasuk juga membatasi kerumunan dalam acara hajatan dan kegiatan sosial maupun hiburan,"imbuhnya. (Tribunjogja/Christi Mahatma Wardhani)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved