Breaking News:

DPRD DIY Restui Opsi Lockdown di DI Yogyakarta yang Dilontarkan Sri Sultan Hamengku Buwono X

Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendukung opsi karantina wilayah atau lockdown, yang dikeluarkan

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
Shutterstock
Ilustrasi lockdown, penguncian, virus corona 

"Kalau tidak ada tindakan tegas, saya khawatir Yogya bisa lumpuh. Saya kira opsi lockdown dipertimbangkan dan dikaji, nanti pak Gubernur akan memutuskan itu," tegas Anggota Fraksi PKS itu.

Meski setuju dengan kebijakan itu, Huda turut mempertimbangkan dampak ekonomi apabila kebijakan itu betul-betul diterapkan.

"Memang harus dipertimbangkan betul. Karena ekonomi juga harus berjalan," ujarnya.

Baca juga: Sri Sultan Hamengku Buwono X Pertimbangkan Beban Pelayanan Rumah Sakit di Perbatasan DIY-Jateng

Sementara itu, anggota Komisi A Stevanus Handoko juga mengutarakan hal yang sama terkait opsi kebijakan lockdown di wilayah DIY.

Pria yang akrab disapa Steve itu menjelaskan, jika memang peningkatan kasus harian Covid-19 sangat signifikan, pilihan untuk lockdown mungkin bisa dilakukan.

"Tetapi harus secara cermat sesuai dengan persebaran dan lokasinya," ujarnya.

Beberapa hari lalu, lanjut Steve, dirinya telah meminta Pemda DIY untuk mengimplementasikan penggunaan data milik operator telekomunikasi dalam proses penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19.

Menurutnya, data yang mendekati real time dimiliki oleh operator telekomunikasi yaitu data LAC-ID ( Location Area Code ID ) yang melekat pada Smartphone/Handphone.

"Dengan begitu, data pergerakan masyarakat bisa terpantau secara cermat sehingga pencegahannya juga secara ilmiah dapat lebih akurat bukan sekedar data sekunder atau hasil survey pendataan manual," pungkasnya. (hda)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved