Breaking News:

Headline

33 Warga Tunggu Hasil Tes Swab PCR Sambil Jalani Karantina Wilayah

Dua kampung yang berada di wilayah Desa Kerten, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten menjalani karantina wilayah setelah terdapat 4 warga positif.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Suasana karantina wilayah di Dukuh Kalijuweh, Desa Kerten, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis (17/6/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN  - Nanti, 33 orang warga lainnya yang berada di dua kampung di desa tersebut juga sedang menunggu hasil tes swab PCR.

Kepala Desa Kerten, Suyadi mengatakan jika dua kampung yang menjalani karantina wilayah di desanya itu yakni di Dukuh Kalijuweh dan Dukuh Gedungan. "Masing-masing kampung ini ada dua warganya yang terkonfirmasi Covid-19 lalu diputuskan karantina wilayah," ucap Suyadi ditemui di Desa Kerten, Kamis (17/6/2021).

Menurutnya, pada Senin (14/6/2021), pihak Puskesmas telah melakukan pelacakan bagi kontak erat dari empat warga tersebut. Hasilnya, 33 warga dari dua kampung tersebut menjalani tes swab PCR. "Sekarang mereka menunggu hasilnya. Karena itu kita lakukan pembatasan akses bagi 33 warga ini dan lockdown untuk antisipasi," ucapnya.

Ia mengatakan, keputusan untuk melaksakan karantina wilayah setelah pihaknya melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak termasuk Satgas Covid-19. Adapun pelaksanaan karantina wilayah di dua kampung tersebut dilakukan sejak Senin (14/6). Karantina dilakukan hingga kondisi membaik dan mempertimbangkan hasil tes 33 warga.

Ketua Satgas Covid-19 Kecamatan Gantiwarno, Lilis Yuliyati menginstruksikan Satgas Covid-19 Desa Kerten untuk menutup akses jalan menuju dua kampung yang warganya positif tersebut. "Kalau 33 orang ini tidak kita batasi takutnya makin meluas ke mana-mana. Makanya kita minta karantina dulu sampai hasil swab PCR keluar,” ucapnya.

Ia mengatakan, dari 33 warga yang menunggu hasil swab PCR tersebut, beberapa warga juga ada yang dinyatakan reaktif tes rapid antigen, sehingga dilakukantes swab PCR. Ada pun 4 warga yang positif Covid-19, di Kerten itu diduga terpapar setelah pergi piknik ke daerah Wonosari, Gunungkidul. "Selain itu ada juga yang pergi melayat hingga hajatan," ucapnya.

Isolasi terpusat
Lilik mengatakan jika pihaknya telah menyiapkan satu tempat untuk isolasi terpusat bagi warga kecamatan tersebut. "Isolasi terpusat kita sudah survei beberapa tempat termasuk gedung sekolah. Setelah survei beberapa lokasi kita tetapkan di PKU Muhammadiyah Baturan. Ada sembilan kamar di sana dan semuanya siap dipakai," ucap Lilik.

"Meski begitu untuk fasilitasnya memang belum lengkap seperti peralatan dapur, kasur. Namun untuk tempat tidur ada 11 dan kamar mandi ada tujuh," katanya. Ia menjelaskan, pihaknya juga sudah meminta izin kepada PD Muhammadiyah Kabupaten Klaten untuk memakai gedung tersebut. (mur)

Pasar Kepoh Ditutup Dua Hari
Sementara itu Pasar Kepoh yang berada di Desa Ngandong, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten ditutup dua hari mulai Jumat-Sabtu (18-19/6). Penutupan dilakukan setelah terdapat dua pedagang pasar itu terpapar Covid-19.

Seorang pedagang, Partini menyebut jika dirinya sudah mendapatkan pemberitahuan terkait penutupan pasar tersebut."Sudah dapat kabar dari Satgas Covid-19 diminta tutup mulai besok (Jumat). Ya saya ikut aturan saja," ujar Partini ditemui di pasar itu, Kamis (17/6/2021).

Sekretaris Desa Ngandong, Wawan Ginarso membenarkan penutupan pasar desa tersebut setelah berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Kecamatan. "Benar ditutup untuk mitigasi Covid-19. Rencananya dua hari ya ditutup," ucap Wawan.

Ia menjelaskan, terdapat dua pedagang yang terkonfirmasi positif masing-masing berasal dari Desa Kerten dan satunya merupakan warga Desa Ngandong. Keduanya terkonfirmasi Covid-19 seteleh sebelumnya mengeluh kehilangan indera penciuman.

Ketua Satgas Covid-19 Gantiwarno, Lilis Yuliyati mengatakan, penutupan operasional pasar untuk mencegah penularan sesama pedagang. Ia menyebut telah menginstruksikan Satgas Covid-19 kecamatan dan desa untuk menyemprot disinfektan ke area pasar tersebut. (mur)

Selengkapnya baca Tribun Jogja edisi Jumat 18 Juni 2021 halaman 06.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved