BREAKING NEWS: Gunungkidul Catatkan Rekor Kasus Baru COVID-19 dalam Dua Hari Berturut-turut
Lonjakan kasus baru COVID-19 di Kabupaten Gunungkidul kian mencolok selama beberapa waktu terakhir. Bahkan dalam dua hari berturut-turut
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Lonjakan kasus baru COVID-19 di Kabupaten Gunungkidul kian mencolok selama beberapa waktu terakhir.
Bahkan dalam dua hari berturut-turut, kasus konfirmasi positif yang dilaporkan mencatat rekor.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul Dewi Irawaty menyampaikan pada Selasa (15/06/2021) lalu, pihaknya mencatatkan 136 kasus baru dalam sehari.
Baca juga: Tidak Semua Kelurahan di Sleman Miliki Ruang Spesifikasi Selter Covid-19, Ini Kendalanya
"Termasuk tambahan 3 kasus meninggal dunia dan 33 pasien sembuh," kata Dewi pada wartawan, Rabu (16/06/2021).
Adapun rekor pertama dicatat pada Senin (14/06/2021). Saat itu tercatat ada 102 kasus baru konfirmasi positif COVID-19, 1 meninggal dunia, dan 43 pasien sembuh.
Dewi mengatakan terdapat klaster hajatan cukup besar terungkap di Kapanewon Tepus pada Senin itu. Berdasarkan pendataan yang dilakukan, sebanyak 43 warga terpapar COVID-19 di klaster tersebut.
Sedangkan kemarin juga dilaporkan ada klaster hajatan lainnya di Nglipar. Namun belum diketahui jumlah pasti warga yang terpapar mengingat pihaknya masih terus melakukan pendataan.
"Sejauh ini kami terus berupaya melengkapi data yang ada," ujar Dewi.
Hingga kemarin, Gunungkidul mencatatkan 3.861 kasus konfirmasi positif COVID-19 secara kumulatif. Sebanyak 3.000 pasien sembuh, 686 dalam perawatan dan isolasi mandiri, serta 175 meninggal dunia.
Panewu Tepus, Alsito mengungkapkan klaster hajatan terbentuk di Pedukuhan Karangtengah, Kalurahan Sumberwungu. Kegiatannya berlangsung pada 8 Juni lalu.
"Sehari sebelumnya, ada salah satu anggota keluarga penggelar hajatan yang mengeluh sakit," tuturnya pada wartawan.
Baca juga: Misteri Meninggalnya Wakil Bupati Sangihe,Dugaan Komplikasi Penyakit hingga Hasil Pemeriksaan Polisi
Menurut Alsito, warga itu dibawa ke rumah sakit untuk dirawat dan sempat di-swab. Namun hajatan tetap digelar keesokan harinya meski hasil pemeriksaan swab belum keluar.
Ia mengatakan hasilnya baru keluar pada 12 Juni lalu dan dinyatakan positif COVID-19. Alhasil pelacakan (tracing) pun langsung dilakukan terhadap keluarga hingga warga yang mengikuti hajatan.
"Penelusuran dilakukan selama 3 hari sejak 12 Juni, hasilnya 43 positif," jelas Alsito.
Ia mengatakan sampai saat ini proses pelacakan masih terus dilakukan. Sebab pihaknya berharap penularan di wilayahnya bisa lebih dikendalikan. (alx)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-update-corona-di-di-yogyakarta.jpg)