Tanggapan Apdesi DIY Soal Klaster Covid-19 di Perkampungan yang Terus Bermunculan
Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tidak heran jika muncul kasus Covid-19 di beberapa desa hingga
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tidak heran jika muncul kasus Covid-19 di beberapa desa hingga padukuhan.
Ketua Apdesi DIY Rustam Fatoni mengatakan, ada banyak faktor yang mengakibatkan tingginya kasus Covid-19 di lingkungan desa atau kalurahan, seperti halnya yang menimpa di kalurahan Minomartani, Kapanewon Ngaglik, dan Kalurahan Selomartani, Kapanewon Kalasan.
Di dua kalurahan itu terdapat puluhan warganya yang terkonfirmasi positif Covid-19.
Baca juga: BREAKING NEWS: 275 Warga Binaan dan Petugas di Lapas Narkotika Pakem Sleman Terpapar Covid-19
"Sebenarnya dari kami tak kurang-kurang untuk mengingatkan para warga. Hanya kondisinya memang warga ini sudah jenuh dengan situasi saat ini," katanya, kepada Tribun Jogja, Senin (14/6/2021).
Ia menjelaskan, hingga saat ini tidak semua pemerintah desa memiliki tim satgas Covid-19 yang mempuni baik dari segi infrastruktur maupun SDM yang ada.
"Anggaran pun juga kami terbatas. Tidak semua anggaran APBDes di masing-masing desa dapat diambil untuk penanganan Covid-19," jelasnya.
Pria yang akrab disapa Toni ini menuturkan, dari 392 Kalurahan yang ada di DIY, 85 persen di antaranya sudah siap dalam penanganan Covid-19.
Baik itu dari segi anggaran, tenaga kesehatan dan fasilitas penunjang lainnya.
"Ya kira-kira 85 persen itu sudah bagus. Cuma memang ada beberapa kendala kecil dalam penanganan," ujarnya.
Baca juga: Dinilai Tak Adil, PAN Tolak Keras Wacana Penerapan PPN Sekolah dan Sembako
Pihak Apdesi selama ini menurutnya tidak henti-hentinya untuk mengingatkanwarga masyarakat supaya tetap mematuhi prokes.
Adanya klaster penularan Covid-19 di perkampungan yang mulai bermunculan di DIY ini sangat disesalkan olehnya.
"Makanya kami mengimbau masyarakat untuk tidak lengah, tetap patuhi prokes. Supaya kasus ini dapat ditekan," terang dia. (hda)