Breaking News:

Update Corona di Klaten

Keterisian Tempat Tidur di 12 Rumah Sakit Rujukan COVID-19 di Klaten Capai 80 Persen

Dalam waktu dekat jumlah tempat tidur bagi pasien COVID-19 di rumah sakit di Klaten akan segera ditambah.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit atau Bed Occupancy Ratio (BOR) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah naik drastis seiring dengan melonjaknya kasus COVID-19 di daerah itu.

Saat ini, 80 persen tempat tidur dari sekitar 330 tempat tidur yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten di sejumlah rumah sakit rujukan COVID-19 di daerah itu dipenuhi oleh pasien.

"BOR rumah sakit mengalami peningkatan ini, jadi per jam 9 pagi tadi 80 (persen) lebih sedikit," ujar Tim Ahli Satgas COVID-19 Klaten, Ronny Roekmito saat ditemui di Pemkab Klaten, Senin (14/6/2021).

Ia melanjutkan, dalam waktu dekat jumlah tempat tidur bagi pasien COVID-19 di rumah sakit di daerah itu akan segera ditambah.

Baca juga: BREAKING NEWS: Kasus COVID-19 Naik, Obyek Wisata di Klaten Direncanakan Ditutup Setiap Akhir Pekan

"Jadi ini memang perlu ditambah lagi untuk kontinjensi," jelasnya.

Sementara itu, Bupati Klaten Sri Mulyani menegaskan jika pihaknya telah meminta rumah sakit rujukan COVID-19 di daerah itu untuk menambah tempat tidur bagi pasien COVID-19.

"Saya sudah meminta rumah sakit untuk menambah tempat tidur. Di Klaten ada 12 rumah sakit rujukan COVID-19," ucapnya.

Menurut Mulyani, selaku Ketua Satgas COVID-19 Klaten dirinya tidak hanya meminta penambahan tempat tidur pasien COVID-19, namun juga ruang Intensive Care Unit (ICU) bagi pasien COVID-19.

Baca juga: Satgas COVID-19 Klaten Identifikasi Varian Virus Korona yang Menyebar di Daerahnya

"Selain itu kami juga siapkan tempat isolasi terpusat," sambungnya.

Ia mengimbau masyarakat Klaten yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah sakit untuk disiplin menjalani isolasi mandiri.

Hal itu agar tidak terjadi penularan di lingkungan keluarga atau tempat tinggal.

"Bagi masyarakat yang mandiri harus disiplin kalau tidak akan kami ambil dan pindahkan ke isolasi terpusat," tegasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved