Breaking News:

UPDATE Gunung Merapi Minggu 13 Juni 2021 Siang Ini: Terjadi 4 Kali Guguran Lava Pijar hingga 1 KM

Dua guguran lava yang teramati dari puncak Merapi mengarah ke barat daya dengan jarak luncur maksimal hingga 1 km.

Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM / Setya Krisna Sumargo
Ilustrasi Lava Pijar Gunung Merapi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi kembali meluncurkan empat kali guguran lava pijar selama enam jam terakhir.

Tepatnya sepanjang periode pengamatan pukul 06.00-12.00 WIB, Minggu (13/6/2021) siang ini.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Hanik Humaida, mengungkapkan dua guguran lava teramati mengarah ke barat daya dengan jarak luncur maksimal 1 km.

Sedangkan dua guguran lava lain mengarah ke tenggara dengan jarak luncur maksimal 800 meter.

Sebelumnya, pada periode pengamatan pukul 00.00-06.00 WIB, Gunung Merapi juga terpantau mengeluarkan  empat kali guguran lava pijar.

Dua guguran mengarah ke barat daya dengan jarak maksimal 2 km dan dua guguran lain mengarah ke tenggara dengan jarak luncur maksimal sejauh 1 km.

"Sepanjang pengamatan, gunung tampak jelas. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 300 m di atas puncak kawah," ucapnya.

Menimbang hasil pengamatan itu status Gunung Merapi masih berada di Level III atau Siaga.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Masyarakat diminta agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya juga mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.

"Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi," tambahnya.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved