Breaking News:

Hingga Minggu Pagi, Gunung Merapi Luncurkan 4 Kali Guguran Lava Pijar Selama Periode 6 Jam Terakhir

Merapi mengeluarkan empat kali guguran lava pijar sepanjang periode pengamatan pukul 00.00-06.00 WIB, Minggu 13 Juni 2021

YouTube BPPTKG Channel
Pantauan terkini aktivitas Gunung Merapi, Minggu (13/6/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi teramati mengeluarkan empat kali guguran lava pijar sepanjang periode pengamatan pukul 00.00-06.00 WIB, Minggu (13/6/2021).

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Hanik Humaida, menyebut bahwa dua guguran material vulkanik mengarah ke barat daya dengan jarak maksimal 2 km.

Adapun dua guguran lain mengarah ke tenggara dengan jarak luncur maksimal sejauh 1 km.

"Sepanjang pengamatan, gunung tampak jelas. Asap kawah tidak teramati," ucapnya.

Hasil amatan meteorologi cuaca di Gunung Merapi adalah cerah, berawan, dan mendung. 

Angin bertiup lemah ke arah utara. Suhu udara 14-21 °C, kelembaban udara 65-68 %, dan tekanan udara 837-944 mmHg.

Sedangkan aktivitas kegempaan yang tercatat adalah gempa guguran sebanyak 27 kali, gempa hembusan enam kali, dan hybrid atau fase banyak tiga kali.

Menimbang hasil pengamatan itu status Gunung Merapi masih berada di Level III atau Siaga.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km. 

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Masyarakat diminta agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya juga mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.

"Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi," tambahnya.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved