Kabupaten Sleman

Dinas Kesehatan Identifikasi Soal Munculnya Klaster - Klaster Penularan di Sleman

Banyak kasus penularan terjadi, karena tidak tertibnya pasien saat menjalani isolasi mandiri (isoman). 

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo saat memberikan keterangan ke media, di Sleman City Hall, Sabtu (12/6/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Penularan kasus Coronavirus Disease-2019 (COVID-19) di Kabupaten Sleman, masih tinggi.

Belakangan, bahkan muncul di sejumlah penularan yang membentuk klaster di sejumlah wilayah padukuhan.

Terbaru, muncul dua klaster keluarga di waktu yang hampir bersamaan.

Yaitu, di Plosokuning V, Minomartani, Ngaglik dan Ngrangsan, Selomartani, Kalasan.

Dinas Kesehatan Sleman, terus mengidentifikasi mengapa sejumlah klaster bermunculan di Bumi Sembada.

Baca juga: Update Terbaru Covid-19 di Indonesia, Tambah 8.083 Kasus, Jakarta Tertinggi, Jabar Kedua, DIY Kelima

Hasilnya, banyak kasus penularan terjadi, karena tidak tertibnya pasien saat menjalani isolasi mandiri (isoman). 

"Kita terus mengidentifikasi. Dan identifikasi kemarin, kebanyakan karena tidak tertibnya (pasien) isolasi mandiri," kata Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo, ditemui di Sleman City Hall, Sabtu (12/6/2021). 

Menurut dia, pasien yang sedang menunggu hasil swab harus karantina.

Sementara, yang sudah dinyatakan positif terpapar virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 maka wajib menjalani isolasi.

Ketika ditanya bagaimana rasanya menjalani isolasi, jelas pasti tidak enak.

Karenanya, jangan sampai sakit.

Ketika sudah terlanjur sakit maka, kata dia, jangan hanya memikirkan pengobatan sendirian di ruang isolasi nantinya bagaimana.

Tetapi harus memikirkan juga keluarga, anak, suami, istri maupun tetangga. 

Pasien yang sudah dinyatakan positif dan tidak patuh isolasi, maka akan berdampak luas.

Baca juga: Klaster Keluarga Muncul Lagi, 36 Warga Satu Padukuhan Positif Covid-19

Akibatnya bisa menulari virus sehingga muncul klaster-klaster penularan.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved